JAKARTA - Menjelang Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 H/2026, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BSI) menyiapkan dana tunai sebesar Rp16 triliun untuk memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat.
Direktur Sales and Distribution BSI, Anton Sukarna, menyampaikan bahwa dana ini akan tersedia di seluruh kantor cabang dan jaringan ATM BSI yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
“Penukaran uang kita siapkan seperti biasa, kalau tidak salah selama Lebaran itu Rp16 triliun,” ujar Anton.
Dana ini disiapkan untuk memastikan kelancaran transaksi masyarakat, terutama di masa puncak menjelang Idulfitri, ketika kebutuhan uang tunai meningkat secara signifikan.
Kesiapan Jaringan ATM BSI
BSI menyiagakan seluruh jaringan ATM sebanyak 6.000 unit untuk melayani penarikan tunai nasabah selama Idulfitri. Anton memastikan operasional ATM tetap berjalan normal, sehingga masyarakat dapat menarik uang tunai kapan pun dibutuhkan tanpa gangguan.
Selain itu, pecahan uang yang tersedia di ATM terdiri dari Rp50.000 dan Rp100.000. Namun, BSI juga mempertimbangkan kemungkinan penyediaan pecahan Rp20.000 di beberapa daerah agar masyarakat dapat melakukan transaksi lebih fleksibel. Anton menegaskan, “Rp50.000, Rp100.000, tapi tidak menutup kemungkinan kalau untuk beberapa tempat kita coba cari kemungkinan, mungkin di Rp20.000.”
Layanan Perbankan Tetap Berjalan Optimal
Manajemen BSI menegaskan bahwa semua layanan perbankan, baik di cabang maupun digital, akan tetap berjalan normal selama periode libur Lebaran.
Monitoring dilakukan secara berkala untuk memastikan ketersediaan kas, operasional ATM, serta layanan digital tetap optimal, sehingga masyarakat tidak terganggu saat melakukan transaksi penting.
Hal ini merupakan langkah preventif BSI untuk mengantisipasi lonjakan transaksi menjelang Idulfitri. Dengan persiapan matang, bank berharap masyarakat dapat melakukan penarikan tunai, transfer, maupun pembayaran dengan aman dan nyaman, tanpa hambatan di jaringan perbankan.
Perbandingan Tahun Lalu Jadi Acuan Proyeksi
Sebagai perbandingan, tahun lalu BSI menyediakan uang tunai senilai Rp42,88 triliun untuk kebutuhan transaksi nasabah menjelang Idulfitri.
Nilai ini meningkat 14% dari penyediaan pada 2024. Wakil Direktur Utama BSI, Bob T. Ananta, mengatakan bahwa nominal ini sudah disesuaikan dengan proyeksi kenaikan pengisian kas ATM sebesar 44,58% selama periode libur.
“Kami memperkirakan puncak transaksi tunai akan terjadi pada dua pekan terakhir menjelang Hari Raya Idulfitri hingga periode libur selesai,” kata Bob.
Pengalaman tahun sebelumnya menjadi acuan bagi BSI untuk menentukan jumlah dana tunai yang disiapkan dan unit ATM yang dijaga agar pelayanan tetap lancar.
Strategi BSI Menjamin Kelancaran Transaksi
Penyiapan dana tunai Rp16 triliun merupakan bagian dari strategi BSI dalam memastikan transaksi tunai aman dan lancar selama Idulfitri. Bank ini fokus pada penyediaan pecahan uang yang sesuai kebutuhan nasabah, kesiapan jaringan ATM, serta pemantauan layanan perbankan secara berkala.
Langkah ini juga menjadi bukti komitmen BSI menjaga kenyamanan dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan syariah. Dengan persiapan matang, nasabah dapat menarik uang tunai, melakukan transaksi belanja, maupun membayar kebutuhan hari raya tanpa kendala.
Strategi ini sejalan dengan tujuan BSI untuk tetap menjadi bank yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat, memastikan distribusi dana tunai merata, dan menjaga stabilitas operasional selama periode puncak transaksi.
Dengan demikian, masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan tenang, sekaligus memastikan layanan keuangan berjalan lancar di seluruh Indonesia.