Baznas Salurkan 48 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Pandeglang

Baznas Salurkan 48 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Pandeglang
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad. (Foto: NET)

JAKARTA — Melalui tim Baznas Tanggap Bencana (BTB), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 48 ribu liter untuk warga yang terdampak kekeringan di Kecamatan Sindang Resmi, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, menyampaikan bahwa pembagian air bersih ini adalah langkah cepat Baznas RI guna membantu warga yang kesulitan memperoleh air akibat bencana kekeringan.

"Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus segera dipenuhi. Ketika masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air, dampaknya akan langsung dirasakan dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk minum, memasak, maupun menjaga kebersihan," ungkap Idy Muzayyad.

Idy menambahkan, penyaluran pasokan air tersebut sudah menyasar 250 kepala keluarga (KK). Bantuan ini dipastikan bakal terus berlanjut guna menjangkau lebih banyak warga yang terdampak kekeringan, termasuk di area Pandeglang.

Penyediaan air bersih ini menjadi bentuk kepedulian nyata Baznas RI demi meringankan beban warga sekaligus mencukupi kebutuhan pokok masyarakat di lokasi terdampak.

"Jangan sampai karena kekurangan akses air bersih ini akan timbul mustahik-mustahik baru," tegas Idy Muzayyad.

Ia memaparkan bahwa fasilitas air bersih tersebut merupakan bagian dari komitmen Baznas dalam menghadirkan manfaat zakat secara langsung kepada warga yang kekurangan air.

Menurutnya, Pandeglang, Jawa Barat, menjadi salah satu kawasan fokus bantuan karena sering mengalami kekeringan meski berstatus sebagai wilayah lumbung pangan.

"Karena itu, penyediaan akses air bersih menjadi sangat urgent. Jangan sampai masyarakat kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari, sementara di sisi lain mereka juga harus tetap menjalankan aktivitas pertanian sebagai sumber penghidupan," tutur Idy Muzayyad.

Idy menegaskan bahwa Baznas RI siap memperluas cakupan distribusi air bersih hingga ke pelosok Nusantara, baik di daerah terdampak kekeringan maupun wilayah pascabencana. Langkah ini diambil untuk mencukupi kebutuhan pokok warga sekaligus mencegah munculnya dampak sosial dan ekonomi yang lebih besar.

"Distribusi air bersih merupakan langkah cepat untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar di tengah kondisi kekeringan. Dalam jangka panjang, diperlukan upaya bersama dan berkelanjutan untuk memperkuat akses masyarakat terhadap sumber air yang layak dan memadai," jelas Idy Muzayyad.

Pada kesempatan terpisah, Khalid (46), seorang petani lokal penerima manfaat, menyampaikan rasa syukurnya atas uluran tangan dari Baznas RI. Ia merasa bantuan ini sangat pas untuk menjawab kebutuhan sehari-hari warga Pandeglang di tengah musim kemarau.

"Terima kasih kepada Baznas yang telah memberikan bantuan air bersih. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi saya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebelum ada bantuan ini saya harus menempuh berkilo-kilo meter untuk sampai di sumber mata air terdekat, yakni di Sungai Cilimatan," ungkap Khalid.

Baznas sendiri menargetkan penyaluran air bersih di 34 provinsi terdampak kekeringan maupun pascabencana di seluruh Indonesia. Pada tahun 2026, distribusi telah menjangkau 32 titik yang tersebar dari Aceh, Sumatera Barat, hingga Sumatera Utara.

Dalam prosesnya, Baznas menyesuaikan metode penanganan dengan kondisi serta kebutuhan tiap daerah, mulai dari pembuatan sumur bor dan pipanisasi, pengadaan bak penampungan, hingga pengiriman air bersih menggunakan armada truk tangki.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index