Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Melemah Tipis Tertekan Sentimen Global

Rabu, 25 Februari 2026 | 09:40:58 WIB
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Melemah Tipis Tertekan Sentimen Global

JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan pelemahan pada perdagangan Rabu, 25 Februari 2026. Tekanan datang dari kombinasi sentimen global dan faktor domestik yang membuat mata uang Garuda bergerak loyo sejak awal sesi perdagangan.

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.04 WIB di pasar spot exchange, nilai tukar rupiah hari ini melemah 13 poin (0,08%) ke level Rp 16.842 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat naik 0,01% ke level 97,85.

Pelemahan tersebut mencerminkan tekanan yang masih membayangi rupiah di tengah penguatan terbatas dolar AS serta meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap perkembangan ekonomi global.

Pergerakan Rupiah di Pasar Spot

Nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi menunjukkan kecenderungan melemah tipis dibandingkan posisi sebelumnya. Pergerakan kurs yang relatif sempit mengindikasikan pasar masih menunggu sentimen baru yang dapat memberikan arah lebih jelas bagi mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

Tekanan terhadap rupiah pada awal perdagangan ini juga memperlihatkan bahwa volatilitas masih cukup tinggi di pasar valuta asing. Investor cenderung berhati-hati dalam mengambil posisi, terutama di tengah dinamika geopolitik global dan perubahan arah kebijakan moneter sejumlah negara besar.

Meskipun pelemahannya relatif kecil, kondisi ini tetap menunjukkan bahwa rupiah belum mampu mempertahankan momentum penguatan yang sempat terjadi pada beberapa hari sebelumnya.

Sentimen Global dan Faktor Domestik

Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) loyo pada Rabu (25/2/2026), tertekan sentimen geopolitik global dan faktor domestik, di tengah penguatan tipis indeks dolar AS.

Kombinasi sentimen eksternal dan internal menjadi faktor utama yang memengaruhi arah pergerakan rupiah. Penguatan dolar AS meskipun terbatas tetap memberi tekanan tambahan terhadap mata uang negara berkembang.

Di sisi lain, dinamika domestik turut memengaruhi persepsi investor terhadap aset keuangan di Indonesia. Kondisi tersebut membuat rupiah sulit bergerak menguat secara konsisten.

Pelaku pasar masih mencermati perkembangan global yang berpotensi memengaruhi arus modal serta stabilitas nilai tukar dalam jangka pendek.

Kecenderungan Rupiah Masih Rentan

Pergerakan rupiah yang masih melemah tipis memperlihatkan bahwa tekanan terhadap mata uang domestik belum sepenuhnya mereda. Fluktuasi nilai tukar diperkirakan masih akan berlangsung selama ketidakpastian global tetap tinggi.

Kondisi ini juga menunjukkan bahwa rupiah masih sensitif terhadap perubahan sentimen eksternal, terutama terkait pergerakan dolar AS dan kondisi geopolitik dunia.

Dengan situasi tersebut, pelaku pasar cenderung mempertahankan sikap wait and see sambil menunggu perkembangan baru yang dapat memberikan arah lebih jelas terhadap pergerakan rupiah dalam waktu dekat.

Secara keseluruhan, perdagangan Rabu pagi memperlihatkan rupiah bergerak terbatas namun tetap berada dalam tekanan. Jika sentimen global tidak menunjukkan perbaikan signifikan, mata uang domestik berpotensi melanjutkan pola pergerakan yang cenderung melemah dalam jangka pendek.

Terkini