JAKARTA - Di tengah kawasan perumahan Sawojajar, Malang, dua mahasiswi dari Universitas Brawijaya memanfaatkan lahan seluas sekitar 800 meter persegi yang selama ini tak terpakai untuk budidaya melon menggunakan sistem hidroponik. Inisiatif mereka tidak hanya menghasilkan buah yang berkualitas, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar.
Transformasi Lahan Tak Terpakai Jadi Sumber Produksi
Lahan tidur—yang biasanya terbengkalai dan tidak dimanfaatkan—telah diubah menjadi area produktif oleh Dwi Vindi dan rekannya. Mereka memilih tanaman melon jenis golden kinanti karena sejumlah keunggulan dibanding varietas lain. Dengan sistem hidroponik, kedua mahasiswi tersebut bertujuan menguji perbandingan metode tanam modern dengan cara tanam konvensional.
Menurut keterangan Dwi, golden kinanti memiliki rasa yang manis dan perawatannya relatif lebih mudah. Selain itu, tanaman ini menunjukkan respons yang baik terhadap teknik hidroponik yang dipilih, yang memungkinkan pengendalian nutrisi lebih efisien dan pertumbuhan tanaman yang optimal.
Produktivitas dan Hasil Panen Memuaskan
Dari 500 pohon melon yang ditanam, tim ini berhasil menghasilkan sekitar 7 kwintal melon dalam satu kali panen. Skema tanam mereka juga menarik minat para pengepul maupun pembeli yang datang langsung untuk mencoba memetik buah di lokasi.
Metode hidroponik yang diterapkan memberi fleksibilitas lebih dibandingkan metode tanam langsung di tanah. Nutrisi yang diberikan kepada tanaman bisa dikontrol dengan lebih tepat, sehingga tanaman tumbuh lebih sehat dan seragam. Ini menjadi pembelajaran langsung bagi kedua mahasiswi dalam memahami aspek teknis budidaya tanaman dalam sistem tertutup.
Tanggapan dari Pengepul dan Pasar
Famrozi, salah seorang pengepul melon yang mengaku sering membeli hasil panen di lokasi, menjelaskan bahwa melon golden kinanti memiliki banyak peminat di pasar. Meskipun harga jualnya sedikit di atas melon biasa, konsumen tetap tertarik karena kualitas buah tersebut.
Melon ini terkenal dengan tekstur yang renyah, rasa yang manis, serta daya tahan yang cukup lama. Menurut Famrozi, buah melon ini tetap kuat sampai satu minggu setelah panen, bahkan lebih dari 10 hari dalam kondisi yang baik. Hal ini membuatnya diminati oleh konsumen yang mencari buah berkualitas.
Peluang Ekonomi yang Terbuka Lebar
Dengan banderol harga antara Rp 20.000 hingga Rp 23.000 per kilogram, melon golden kinanti yang dibudidayakan ini memiliki prospek pasar yang menjanjikan. Permintaan yang kuat serta kualitas buah yang unggul membuat budidaya melon ini layak untuk dikembangkan lebih lanjut.
Kisah sukses ini juga memberikan inspirasi bagi pemilik lahan lain yang belum dimanfaatkan untuk dapat diolah menjadi area produktif. Transformasi lahan tidur menjadi sumber produksi yang bernilai ekonomi bukan hanya memberikan hasil panen, tetapi juga bisa menjadi modal usaha yang berkelanjutan.
Signifikansi Pertanian Urban di Kawasan Perumahan
Fenomena pemanfaatan lahan tidur di lingkungan perumahan ini mencerminkan meningkatnya tren pertanian urban atau urban farming yang kini mulai digandrungi oleh berbagai kalangan, termasuk generasi muda dan mahasiswa. Konsep ini tidak hanya membantu meningkatkan ketahanan pangan lokal, tetapi juga memberikan dampak pendidikan dan ekonomi bagi pengelolanya.
Partisipasi generasi muda dalam budidaya tanaman hortikultura di area perumahan bisa menjadi model baru dalam pengembangan pertanian perkotaan. Dengan pendekatan yang tepat, area yang dulu dianggap tak produktif bisa menjadi kawasan ramah lingkungan dan menghasilkan produk bernilai tinggi.
Arah Pengembangan Ke Depan
Kedua mahasiswi tersebut berharap, kegiatan budidaya ini tidak hanya berhenti pada satu musim tanam. Mereka berencana untuk mengembangkan metode ini ke skala yang lebih luas sekaligus mengajak lebih banyak pihak untuk terlibat dalam budidaya tanaman dengan pendekatan teknologi pertanian modern.
Bagi masyarakat luas, langkah ini menjadi contoh nyata bagaimana inovasi sederhana bisa membawa perubahan besar, terutama dalam hal pemanfaatan ruang dan peningkatan produktivitas pertanian di tengah kawasan urban.
Jika dikembangkan lebih serius, budidaya melon dengan sistem hidroponik di lahan perumahan bisa menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.