BMKG Munculkan Peringatan Ombak 4 Meter Dampak 2 Bibit Siklon

Selasa, 04 Agustus 2026 | 18:39:02 WIB
BMKG Imbau Waspada Ombak 4 Meter Imbas 2 Bibit Siklon Tropis [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menemukan kemunculan dua bibit siklon tropis bersamaan di kawasan perairan utara Indonesia yang berpeluang menyebabkan gelombang laut tinggi hingga empat meter pada 4-7 Agustus 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Meteorologi Maritim BMKG Agie Wandala Putra dalam keterangan di Jakarta, Selasa, menyebutkan kedua sistem cuaca itu yakni Bibit Siklon Tropis 94W dan Bibit Siklon Tropis 9SW.

"Bibit Siklon Tropis 94W berada di Laut Filipina timur Filipina, sementara Bibit Siklon Tropis 9SW terpantau di Laut Filipina barat Filipina," kata dia.

Agie menerangkan keberadaan dua bibit siklon tropis itu berdampak kuat pada peningkatan laju pola angin di perairan Indonesia bagian utara serta selatan.

Pola angin di kawasan utara mengalir dari tenggara hingga barat daya dengan laju mencapai 27 knot, sedangkan di kawasan selatan mengalir dari timur hingga tenggara menembus 38 knot.

Kecepatan angin paling tinggi terpantau di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai, Selat Makassar, Laut Banda, Laut Seram, dan Laut Arafuru.

Dinamika pergerakan angin ini memicu gelombang sedang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di kawasan perairan layaknya Selat Karimata, Laut Jawa, Selat Makassar, Teluk Bone, Laut Banda, sampai Pasifik utara Papua.

Sementara itu, gelombang tinggi pada rentang 2,5 hingga 4,0 meter berpotensi menerjang Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Sumatera, serta Samudra Hindia selatan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menurut Agie, BMKG mengimbau potensi bahaya gelombang tinggi ini terhadap risiko keselamatan aktivitas pelayaran, mulai dari perahu nelayan, kapal tongkang, kapal feri, sampai kapal kargo berukuran besar.

Maka dari itu, masyarakat beserta nelayan yang menetap dan beraktivitas di sekitar wilayah pesisir diimbau agar terus meningkatkan kewaspadaan ekstra menghadapi potensi cuaca buruk tersebut.

Tags

Terkini