Semester I/2026, Laba RAJA Tembus US$28,9 Juta atau Naik 88%

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:07:31 WIB
PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA). (Foto: NET)

JAKARTA — PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) berhasil menorehkan laba bersih senilai US$28,89 juta sepanjang paruh pertama atau semester I/2026. Capaian ini meroket 88% jika dibandingkan dengan perolehan pada periode yang sama di tahun sebelumnya, yakni sebesar US$15,37 juta. 

Lompatan performa keuangan ini didorong oleh peningkatan pada pendapatan investasi, hasil positif dari sejumlah proyek baru, serta tambahan keuntungan dari langkah akuisisi.

Merujuk pada laporan keuangan perusahaan, RAJA mencatatkan total pendapatan senilai US$131,19 juta pada semester I/2026. Angka tersebut naik tipis sekitar 3% dari realisasi US$127,64 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama Rukun Raharja, Djauhar Maulidi, memaparkan bahwa pertumbuhan signifikan pada laba bersih dipicu oleh andil penuh dari proyek Sengkang Gas Compressor dan melesatnya pendapatan investasi melalui PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC). 

Faktor lainnya juga mencakup kontribusi dari Grup Hafar serta adanya pencatatan keuntungan akuntansi dari akuisisi participating interest Blok Madura via PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU).

"Kami melihat Semester I 2026 sebagai periode yang menunjukkan ketahanan model bisnis Perseroan. Meskipun masih menghadapi tantangan pada beberapa aktivitas operasional, kami berhasil menjaga pertumbuhan kinerja melalui kombinasi disiplin operasional, optimalisasi portofolio investasi, serta momentum positif dari sektor hulu," terang Djauhar melalui keterangan resminya pada Jumat (31/7/2026).

Djauhar menambahkan bahwa melonjaknya pendapatan investasi dari PJUC turut terbantu oleh tingginya rata-rata harga minyak yang menyentuh level sekitar US$117 per barel ekuivalen minyak per hari (BOEPD). Posisi harga ini jauh di atas pencapaian sekitar US$74 pada paruh pertama tahun sebelumnya.

Pada aspek operasional, naiknya pendapatan juga disokong oleh operasional komersial secara penuh dari proyek Sengkang Gas Compressor. Pemasukan dari proyek ini terbukti sanggup menutupi dampak penurunan volume penjualan gas yang sempat terimbas kendala operasional pada jaringan pipa di Sumatra.

Selaras dengan terkereknya pendapatan, laba kotor perusahaan ikut meningkat menjadi US$47,21 juta, dibandingkan US$37,66 juta pada semester I/2025. Kenaikan serupa terlihat pada laba usaha yang mencapai US$39,39 juta, melampaui raihan US$26,02 juta pada periode yang sama tahun lalu. 

Di samping itu, laba sebelum pajak dibukukan sebesar US$39,57 juta, tumbuh dari posisi sebelumnya US$24,06 juta. Untuk capaian adjusted EBITDA, perseroan membukukan kenaikan dari US$38,97 juta menjadi US$57,33 juta.

Ke depannya, Djauhar menegaskan bahwa perusahaan siap meneruskan berbagai langkah strategis di semester kedua 2026. Fokus utamanya mencakup akselerasi pembangunan infrastruktur energi serta memaksimalkan kinerja aset-aset yang sudah berjalan. 

Manajemen sangat yakin bahwa perpaduan antara pertumbuhan organik dan perluasan bisnis yang terukur mampu mempertahankan tren positif kinerja perusahaan, sekaligus menghadirkan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham.

Terkini

Concacaf Tolak Proposal Baru FIFA Terkait FFE

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 04:23:01 WIB

Caroline Dubois Gabung Tim Manny Robles Untuk Babak Baru

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 04:18:31 WIB

PSS Sleman Siap Hadapi Jadwal Padat Musim 2026/2027

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 04:17:01 WIB