Laba Bersih Rukun Raharja (RAJA) Melesat 88% di Semester I 2026

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:04:32 WIB
PT Rukun Raharja Tbk (RAJA). (Foto: NET)

JAKARTA - Pada semester I 2026, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) sukses mencatatkan pertumbuhan laba bersih hingga 88 persen di tengah sejumlah tantangan operasional yang membayangi lini bisnisnya. 

Melambungnya laba ini didorong oleh naiknya pendapatan investasi akibat tingginya harga minyak dunia serta sumbangsih dari investasi strategis perusahaan.

Selama enam bulan pertama tahun 2026, perusahaan meraup pendapatan senilai 131,2 juta dollar AS. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 3 persen jika disandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yakni 127,6 juta dollar AS.

Pertumbuhan pendapatan tersebut mayoritas disumbang oleh beroperasinya proyek Sengkang Gas Compressor secara komersial. Kehadiran proyek ini sukses menutupi turunnya volume penjualan gas yang disebabkan oleh kendala operasional jaringan pipa di wilayah Sumatera.

Beriringan dengan naiknya pendapatan, laba bersih RAJA menembus angka 28,9 juta dollar AS di paruh pertama 2026. Capaian ini melesat naik 88 persen dibandingkan dengan laba pada semester I 2025 yang berada di kisaran 15,4 juta dollar AS.

Perusahaan memaparkan bahwa lonjakan laba bersih ini dipicu oleh kontribusi maksimal dari Sengkang Gas Compressor, serta naiknya pendapatan investasi dari PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC). 

PJUC berhasil meraup keuntungan dari rata-rata harga minyak yang berada di level 117 dollar AS per BOEPD, jauh lebih tinggi ketimbang periode yang sama tahun lalu di posisi 74 dollar AS per BOEPD.

Di samping itu, peningkatan laba turut didukung oleh hasil investasi dari Grup Hafar serta pencatatan gain on bargain purchase terkait akuisisi participating interest di Blok Madura melalui PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU).

Djauhar Maulidi selaku Direktur Utama PT Rukun Raharja Tbk menuturkan bahwa paruh pertama tahun 2026 menjadi bukti ketangguhan model bisnis perusahaan, meski masih ada rintangan di sejumlah kegiatan operasional.

"Kami melihat semester I 2026 sebagai periode yang menunjukkan ketahanan model bisnis perseroan. Meskipun masih menghadapi tantangan pada beberapa aktivitas operasional, kami berhasil menjaga pertumbuhan kinerja melalui kombinasi disiplin operasional, optimalisasi portofolio investasi, serta momentum positif dari sektor hulu," kata Djauhar.

"Dengan berbagai proyek yang akan mulai memberikan kontribusi pada paruh kedua tahun ini, kami optimistis dapat terus menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham," ucap Djauhar.

Memasuki paruh kedua 2026, RAJA bersiap meneruskan berbagai inisiatif strategis. Rencana ini mencakup percepatan pembangunan infrastruktur energi sekaligus memaksimalkan pemanfaatan aset-aset yang sudah beroperasi.

Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk memadukan pertumbuhan organik dengan ekspansi terukur. Langkah ini diambil guna menjaga momentum pertumbuhan sekaligus menghadirkan nilai tambah yang berkesinambungan bagi seluruh pemegang saham.

Merujuk pada laporan keuangan semester I 2026, RAJA turut menorehkan laba kotor sebesar 47,2 juta dollar AS, meningkat dari capaian 37,7 juta dollar AS pada semester I 2025. 

Laba operasi juga terkerek menjadi 39,4 juta dollar AS dari 26 juta dollar AS, sementara laba sebelum pajak mengalami kenaikan dari 24,1 juta dollar AS menjadi 39,6 juta dollar AS. 

Di sisi lain, adjusted EBITDA perusahaan menyentuh angka 57,3 juta dollar AS pada semester I 2026, bertambah dari 39 juta dollar AS di periode yang sama tahun lalu.

Terkini

Concacaf Tolak Proposal Baru FIFA Terkait FFE

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 04:23:01 WIB

Caroline Dubois Gabung Tim Manny Robles Untuk Babak Baru

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 04:18:31 WIB

PSS Sleman Siap Hadapi Jadwal Padat Musim 2026/2027

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 04:17:01 WIB