Strategi Jitu BI Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Tekanan

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:25:02 WIB
Pjs Gubernur BI Destry Damayanti. (Foto: NET)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) kembali menekankan peran pentingnya dalam mengawal stabilitas ekonomi nasional, khususnya terkait nilai tukar rupiah, pengendalian inflasi, serta laju pertumbuhan ekonomi.

“BI akan tetap konsisten berada di pasar melalui berbagai instrumen dan intervensi, baik di pasar spot, NDF (offshore) dan DNDF di dalam negeri guna menjaga stabilitas rupiah,” tegas Pjs Gubernur BI Destry Damayanti dalam Editor Briefing secara virtual, Jumat (31/7/2026).

Sebagai pengingat, nilai tukar rupiah tengah mengalami tekanan akibat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. 

Selama satu minggu terakhir, mata uang Garuda ini terus tergerus hingga kembali berada di level psikologis di atas Rp 18.000 per dolar AS. Pada pukul 12.40 WIB, rupiah terpantau di angka Rp 18.078 per dolar AS, sedikit menguat 0,18% dibandingkan penutupan hari sebelumnya di Rp 18.111 per dolar AS.

Keputusan bank sentral mempertahankan suku bunga acuan pada level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan Juli 2026 diambil sebagai langkah repricing asset, menopang penguatan rupiah, dan mengendalikan inflasi.

Lebih dari itu, BI merilis sejumlah kebijakan strategis untuk memacu penguatan rupiah. Pertama, menaikkan tingkat suku bunga SRBI guna menarik minat investor asing. Tercatat hingga 20 Juli 2026, kepemilikan asing pada SRBI melonjak menjadi Rp 288,65 triliun, atau mewakili 27,11% dari total SRBI keseluruhan.

Kedua, pemberian insentif berupa penurunan tingkat swap lindung nilai (hedging swap) bagi pemodal asing dari 10% menjadi 12,5%. Kebijakan ini membuat biaya hedging menjadi lebih murah sehingga net return investor berpotensi lebih tinggi, yang pada gilirannya membuat aset domestik makin memikat. 

Melalui langkah ini, BI berharap dapat menarik arus modal asing, menambah likuiditas, sekaligus mendongkrak cadangan devisa Indonesia.

Ketiga, perluasan instrumen operasi moneter valas melalui opsi spot dan swap dalam valuta offshore Chinese Renminbi (CNH) terhadap rupiah. Hal ini selaras dengan makin meluasnya pemakaian transaksi mata uang lokal (Local Currency Transaction).

Ke depannya, BI meyakini bahwa rupiah akan bergerak stabil dan memiliki kecenderungan menguat berkat komitmen kuat dari bank sentral, imbal hasil yang kompetitif, serta tren pertumbuhan ekonomi yang terjaga. Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pun tetap dipertahankan oleh bank sentral pada kisaran 4,9% hingga 5,7%.

Terkini

Concacaf Tolak Proposal Baru FIFA Terkait FFE

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 04:23:01 WIB

Caroline Dubois Gabung Tim Manny Robles Untuk Babak Baru

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 04:18:31 WIB

PSS Sleman Siap Hadapi Jadwal Padat Musim 2026/2027

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 04:17:01 WIB