DKI & Kemdiktisaintek Kembangkan Teknologi Sampah

Jumat, 31 Juli 2026 | 18:46:32 WIB
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto. (Foto: NET)

JAKARTA — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menyatakan dukungannya kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memajukan sistem pengolahan sampah.

Dalam keterangannya, Menteri Brian mengemukakan bahwa penanganan sampah mesti diawali dari proses pemilahan di titik awal karena aspek tersebut memegang peran krusial bagi keberhasilan ragam metode pengolahan.

"Dari Bapak Presiden memang meminta kami bersama-sama mencari teknologi-teknologi apa yang mungkin untuk menyelesaikan masalah," katanya dalam keterangan di Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Lebih lanjut, Mendiktisaintek menerangkan bahwa pihaknya telah memetakan bermacam temuan riset dari universitas yang mempunyai peluang besar untuk diterapkan dalam menangani persoalan sampah di ibu kota.

Sejumlah opsi teknologi seperti biodigester, komposting, serta hydrothermal carbonization (HTC) dinilai sanggup menjadi solusi alternatif yang disesuaikan dengan jenis sampah beserta kondisi riil di lapangan.

Di samping itu, Menteri Brian memandang bahwa penerapan sistem desentralisasi lewat optimalisasi sarana pengolahan pada skala wilayah mampu mendongkrak efektivitas kerja sekaligus memangkas anggaran logistik.

"Kami bersama-sama kemudian mencari teknologi-teknologi yang sudah dikembangkan di kampus-kampus. Bersama Kepala Dinas juga sudah melakukan kajian-kajian di DKI," ujar Brian Yuliarto.

Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memaparkan pergeseran strategi penanganan sampah yang saat ini meninggalkan metode konvensional "angkut-buang" dan beralih pada penerapan konsep "pilah-angkut-olah".

Pemprov DKI turut menguraikan berbagai tahapan yang tengah dijalankan, mulai dari pembangunan fasilitas pengolahan, penguatan TPS 3R, pengoperasian Refuse Derived Fuel (RDF), sampai pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah.

"Pemprov DKI membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, BUMN, dan swasta, untuk mengembangkan berbagai model pengolahan sampah yang telah menunjukkan hasil pada proyek percontohan," ucap Pramono.

Melalui sinergi ini, pemanfaatan hasil penelitian berbasis keilmuan dari lingkungan akademis diharapkan mampu menyelesaikan berbagai persoalan kebersihan di kawasan perkotaan.

Terkini