JAKARTA - Memasuki awal tahun 2026, banyak keluarga kembali menyusun strategi pengeluaran bulanan agar tetap seimbang.
Salah satu pos yang selalu menjadi perhatian adalah biaya listrik rumah tangga. Kebutuhan listrik yang terus berjalan setiap hari menjadikannya komponen penting dalam pengelolaan keuangan, terutama ketika harga kebutuhan lain juga ikut diperhitungkan secara cermat.
Di tengah dinamika ekonomi global dan nasional, masyarakat menaruh perhatian besar terhadap kemungkinan perubahan tarif energi.
Setiap informasi mengenai tarif listrik kerap menjadi bahan pertimbangan dalam mengatur pola konsumsi. Oleh karena itu, kepastian tarif listrik pada Februari 2026 menjadi kabar penting bagi pelanggan PLN di seluruh Indonesia.
Tarif Listrik Terbaru Februari 2026
PT PLN (Persero) memastikan tarif listrik pada Februari 2026 tidak mengalami perubahan atau tetap stabil dibandingkan periode sebelumnya. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024 yang mengatur mekanisme penyesuaian tarif listrik secara berkala.
Evaluasi tarif dilakukan setiap tiga bulan dengan mempertimbangkan sejumlah indikator ekonomi, antara lain nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, harga minyak mentah dunia, tingkat inflasi nasional, serta harga batubara acuan. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, tarif listrik dinilai masih memungkinkan untuk dipertahankan hingga Maret 2026 tanpa penyesuaian harga.
Stabilnya tarif ini memberikan kepastian bagi masyarakat dan pelaku usaha dalam merencanakan pengeluaran listrik, terutama bagi rumah tangga yang mengandalkan listrik untuk aktivitas harian.
Rincian Tarif Listrik Berdasarkan Golongan
Berikut adalah daftar tarif listrik PLN yang berlaku pada Februari 2026 sesuai golongan pelanggan:
Golongan R-1/TR daya 900 VA: Rp1.352,00 per kWh
Golongan R-1/TR daya 1.300 VA: Rp1.444,70 per kWh
Golongan R-1/TR daya 2.200 VA: Rp1.444,70 per kWh
Golongan R-2/TR daya 3.500–5.500 VA: Rp1.699,53 per kWh
Golongan R-3/TR daya 6.600 VA ke atas: Rp1.699,53 per kWh
Golongan B-2/TR daya 6.600 VA–200 kVA: Rp1.444,70 per kWh
Golongan B-3/TM daya di atas 200 kVA: Rp1.114,74 per kWh
Golongan I-3/TM daya di atas 200 kVA: Rp1.114,74 per kWh
Golongan I-4/TT daya 30.000 kVA ke atas: Rp996,74 per kWh
Golongan P-1/TR daya 6.600 VA–200 kVA: Rp1.699,53 per kWh
Golongan P-2/TM daya di atas 200 kVA: Rp1.522,88 per kWh
Golongan P-3/TR: Rp1.699,53 per kWh
Golongan L/TR, TM, TT: Rp1.644,52 per kWh
Rincian ini berlaku secara nasional dan menjadi acuan perhitungan tagihan listrik pelanggan selama Februari 2026.
Cara Cek Tagihan dan Pemakaian Listrik
PLN menyediakan berbagai kanal resmi untuk memudahkan pelanggan memantau tagihan dan konsumsi listrik secara berkala.
1. Melalui Aplikasi PLN Mobile
Pelanggan dapat mengunduh aplikasi PLN Mobile, kemudian login atau mendaftar akun baru. Setelah masuk ke dashboard, pilih menu “Informasi” dan klik “Informasi Tagihan dan Token Listrik”. Data tagihan pascabayar serta riwayat pemakaian akan langsung ditampilkan.
2. Melalui Call Center PLN 123
Pelanggan dapat menekan nomor 123 dari ponsel, mengikuti panduan suara, lalu menyebutkan ID pelanggan. Operator akan memberikan informasi jumlah tagihan listrik bulan berjalan.
3. Melalui Website Resmi PLN
Akses situs service.pln.co.id atau menu Informasi Tagihan & Token Listrik. Masukkan ID pelanggan atau nomor meter untuk melihat detail tagihan dan konsumsi energi.
4. Melalui SMS dan Email
Sebagai metode tambahan, pelanggan dapat menggunakan layanan SMS ke 8123 atau mengirim email ke layanan PLN dengan mencantumkan ID pelanggan untuk memperoleh informasi tagihan.
Fitur Rahasia Meteran Digital
Selain melalui layanan digital, meteran listrik digital di rumah juga menyimpan sejumlah informasi penting yang dapat diakses langsung.
Meteran Itron
03: Menampilkan akumulasi pemakaian listrik
41: Mengecek voltase listrik
456xx: Mengatur batas alarm sisa kWh
Meteran Hexing
801: Mengecek sisa token listrik
812: Mematikan suara alarm
851: Menampilkan total energi yang dikonsumsi
Meteran Glomet dan Star
37 atau 07: Mengecek sisa energi
47: Melihat beban daya yang sedang digunakan
Fitur ini membantu pelanggan mengontrol pemakaian listrik secara mandiri.
Dengan tarif listrik yang tetap stabil sepanjang Februari 2026, masyarakat memiliki ruang untuk mengatur konsumsi energi dengan lebih tenang.
Kepastian harga dari PLN ini diharapkan membantu rumah tangga dan pelaku usaha menjaga keseimbangan pengeluaran di awal tahun. Pemanfaatan layanan digital dan pemantauan rutin pemakaian listrik menjadi langkah penting agar tagihan tetap terkendali.