ENERGI

Investasi Transisi Energi Global 2025 Capai Rp38.713 Triliun, Transportasi Listrik Dominan

Investasi Transisi Energi Global 2025 Capai Rp38.713 Triliun, Transportasi Listrik Dominan
Investasi Transisi Energi Global 2025 Capai Rp38.713 Triliun, Transportasi Listrik Dominan

JAKARTA - Investasi global dalam transisi energi menunjukkan ketahanan kuat di tengah berbagai tantangan kebijakan dan perdagangan internasional sepanjang tahun 2025. Berdasarkan laporan tahunan Energy Transition Investment Trends dari BloombergNEF (BNEF), nilai investasi sektor ini mencapai US$2,3 triliun atau sekitar Rp38.713,6 triliun.

Capaian tersebut menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan pertumbuhan sebesar 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, laju pertumbuhan ini lebih lambat dibandingkan peningkatan tajam yang mencapai 27 persen pada 2021.

Data tersebut memperlihatkan bahwa transisi menuju energi bersih tetap berlangsung meskipun pasar global menghadapi ketidakpastian regulasi dan dinamika geopolitik. Investasi terus mengalir ke berbagai sektor yang mendukung pengurangan emisi karbon serta pengembangan teknologi energi bersih.

Transportasi Listrik Serap Investasi Terbesar

Sektor transportasi listrik menjadi kontributor terbesar dalam investasi transisi energi global sepanjang 2025. Total dana yang terserap mencapai US$893 miliar atau sekitar Rp15.030 triliun, menjadikannya motor utama pertumbuhan investasi energi bersih.

Di posisi kedua terdapat sektor energi terbarukan dengan nilai investasi sebesar US$690 miliar atau sekitar Rp11.613,3 triliun. Sementara itu, pembangunan infrastruktur jaringan listrik menempati posisi ketiga dengan investasi mencapai US$483 miliar atau sekitar Rp8.129,8 triliun.

Dominasi transportasi listrik mencerminkan percepatan elektrifikasi kendaraan di berbagai negara. Perkembangan teknologi baterai serta meningkatnya dukungan kebijakan pemerintah menjadi faktor pendorong utama peningkatan investasi di sektor ini.

Di sisi lain, sub-sektor energi baru seperti hidrogen dan nuklir masih mencatatkan nilai investasi yang relatif kecil. Investasi di sektor hidrogen tercatat sebesar US$7,3 miliar, sedangkan sektor nuklir mencapai US$36 miliar sepanjang tahun tersebut.

Energi Terbarukan Justru Mengalami Penurunan

Meski tetap menjadi salah satu sektor terbesar, investasi energi terbarukan mengalami penurunan sebesar 9,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini terutama dipicu oleh perubahan kebijakan regulasi di China yang menimbulkan ketidakpastian pada pasar energi terbesar di dunia.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perkembangan investasi energi bersih tidak selalu berjalan stabil. Faktor kebijakan nasional di negara-negara besar dapat memberikan dampak signifikan terhadap tren investasi global.

Walaupun demikian, sektor energi bersih secara keseluruhan tetap menunjukkan daya tahan yang kuat. Investasi tetap tumbuh secara nominal dan memperlihatkan minat investor yang tinggi terhadap peluang ekonomi hijau.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index