NASIONAL

Pertamina Patra Niaga Dorong Pengelolaan Sampah Nasional Terpadu Sambil Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat di 58 Lokasi

Pertamina Patra Niaga Dorong Pengelolaan Sampah Nasional Terpadu Sambil Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat di 58 Lokasi
Pertamina Patra Niaga Dorong Pengelolaan Sampah Nasional Terpadu Sambil Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat di 58 Lokasi

JAKARTA - Dalam peringatan Hari Sampah Nasional, PT Pertamina Patra Niaga kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan di berbagai wilayah operasional perusahaan di seluruh Indonesia. Momentum ini dijadikan kesempatan bagi perusahaan untuk memperkuat kolaborasi multipihak dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang tidak hanya bersih dan ramah lingkungan, tetapi juga bernilai ekonomi bagi masyarakat setempat.

Pengelolaan Sampah di 58 Lokasi Seluruh Indonesia

Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pertamina Patra Niaga telah menjalankan berbagai inisiatif pengelolaan sampah di 58 lokasi di seluruh Indonesia. Dari pelaksanaan program tersebut, perusahaan berhasil mengumpulkan total 4,7 ribu ton sampah per tahun, dimana sekitar 2,3 ribu ton telah dikelola kembali melalui proses daur ulang dan pengolahan organik. Program ini melibatkan 2.470 masyarakat dan memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan produktivitas lokal serta membuka peluang usaha baru. Total nilai pendapatan masyarakat yang terakumulasi dari seluruh program mencapai Rp 3,2 miliar.

Menurut Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M. V. Dumatubun, peringatan Hari Sampah Nasional menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan kerja sama dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Ia menekankan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya sekedar kegiatan lingkungan, tetapi juga memerlukan komitmen jangka panjang dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

Inisiatif TPS 3R Resik di Boyolali

Salah satu contoh implementasi inisiatif ini dijalankan melalui unit Fuel Terminal Boyolali, dengan program TPS 3R Resik yang berada di Desa Butuh. Fasilitas ini mampu mengelola 480 ton sampah per tahun yang berasal dari 310 Kepala Keluarga dan 115 pelaku usaha di sekitar desa. Sistem pengelolaan yang konsisten dan partisipatif tersebut tidak hanya meningkatkan kebersihan lingkungan, tetapi juga memperkuat kesehatan masyarakat desa dan menghasilkan nilai ekonomi hingga Rp 36 juta per tahun.

Program TPS 3R Resik ini menyasar pada pengurangan volume sampah melalui prinsip “Reduce, Reuse, Recycle” yang bersifat partisipatif dan menjalin kerja sama antara masyarakat dengan pihak perusahaan. Keberhasilan inisiatif ini dinilai sebagai langkah nyata dalam membangun ekonomi berbasis lingkungan yang berkelanjutan.

Pembinaan Bank Sampah dan Budidaya Maggot

Selain itu, Pertamina Patra Niaga juga berupaya membina 15 Bank Sampah yang tersebar di berbagai wilayah. Bank Sampah ini tidak hanya menjadi tempat pengumpulan sampah, tetapi juga mengembangkan budidaya maggot sebagai solusi pengolahan sampah organik. Dengan pendekatan ini, bank sampah mampu mengubah sampah organik menjadi produk turunan yang bernilai, seperti pupuk kompos, eco-enzyme, dan pakan ternak.

Program ini dirancang untuk membentuk rantai pasok pengolahan sampah organik yang berkelanjutan, sekaligus mengurangi volume sampah secara signifikan. Dampaknya dirasakan masyarakat setempat yang kini memiliki peluang usaha baru melalui pemanfaatan limbah organik. Hal ini turut memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan di tingkat lokal.

Peran Kampung Pesisir dalam Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Dampak program pengelolaan sampah juga dirasakan dalam komunitas pesisir melalui inisiatif Kampung Pesisir Berdaya, yang dijalankan oleh unit Fuel Terminal Medan. Di sini, masyarakat berkomitmen menjaga dan melestarikan wilayah pesisir dengan mengelola Bank Sampah bernama Horas Bah. Bank Sampah ini berhasil mengumpulkan hingga 10 ton sampah per tahun dan memberikan dampak ekonomi sebesar Rp 1,925 juta per bulan bagi pelaku serta warga sekitarnya.

Ketua kelompok program Bank Sampah Horas Bah, Dian Syahputra, mengatakan bahwa perubahan besar tidak datang dari satu individu saja, tetapi dari keberanian komunitas untuk bergerak bersama. Ia menekankan pentingnya menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir agar tetap lestari dan berkembang secara berkelanjutan.

Pentingnya Kolaborasi dalam Pengelolaan Lingkungan

Inisiatif yang dilakukan Pertamina Patra Niaga di berbagai wilayah menunjukkan bahwa pengelolaan sampah yang efektif membutuhkan kerja sama yang erat antara perusahaan, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan. Pendekatan ini bukan hanya sekedar upaya penanganan sampah semata, tetapi juga diorientasikan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat serta mendorong perubahan perilaku terhadap lingkungan yang lebih bertanggung jawab.

Melalui kombinasi program pengelolaan sampah terpadu, pembinaan bank sampah, serta implementasi fasilitas pengolahan yang tepat guna, Pertamina Patra Niaga berharap dapat memberi contoh praktik terbaik dalam pengelolaan limbah di Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak partisipasi masyarakat dan pihak lain dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index