BCA

BCA Optimistis Penyaluran KPR Tumbuh Sekitar 7 Persen di Tahun 2026 Meski Tantangan Sektor Properti

BCA Optimistis Penyaluran KPR Tumbuh Sekitar 7 Persen di Tahun 2026 Meski Tantangan Sektor Properti
BCA Optimistis Penyaluran KPR Tumbuh Sekitar 7 Persen di Tahun 2026 Meski Tantangan Sektor Properti

JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memproyeksikan permintaan kredit pemilikan rumah (KPR) tetap stabil pada tahun 2026, dan menargetkan pertumbuhan penyaluran KPR sekitar 6 persen hingga 7 persen di tengah dinamika sektor properti yang masih menghadapi tantangan ekonomi dan ketenagakerjaan. Pernyataan ini disampaikan dalam acara mini talkshow BCA Expoversary 2026 di ICE BSD, Tangerang.

BCA Memetakan Proyeksi KPR di 2026

BCA melihat prospek KPR tahun ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor ekonomi makro serta strategi internal yang terus diperkuat. Meski sektor properti pada 2025 sempat mengalami tekanan dari kondisi ekonomi serta dinamika pasar tenaga kerja yang berdampak pada kemampuan pengambilan kredit masyarakat, BCA mencatat bahwa portofolio KPR tetap mencatat pertumbuhan sepanjang tahun lalu. Data internal menunjukkan bahwa baki debet KPR BCA pada akhir 2025 mencapai sekitar Rp142,3 triliun dan rasio kredit bermasalah (NPL) relatif terkendali di angka sekitar 1,7 persen, masih di bawah rata-rata industri.

Strategi Penguatan Analisis Nasabah dan Layanan Digital

Menurut SVP Consumer Loan BCA, Melani Megawati, perseroan menempatkan penguatan analisis nasabah sebagai salah satu strategi utama untuk menjaga kualitas portofolio kreditnya. Pendekatan know your customer (KYC) yang lebih mendalam diterapkan untuk memastikan kemampuan pembayaran calon debitur sekaligus memitigasi potensi risiko kredit bermasalah.

Selain itu, BCA terus mengembangkan layanan digital yang memudahkan calon nasabah dalam proses pencarian properti hingga pengajuan kredit secara daring. Fitur-fitur digital seperti rumahsaya.bca.co.id memungkinkan calon pembeli rumah melakukan simulasi kredit, mencari listing properti dari sejumlah mitra pengembang dan broker, serta memantau proses pengajuan kredit secara langsung tanpa harus datang ke kantor cabang.

Dukungan Kebijakan Pemerintah dan Produk Baru KPR

Optimisme BCA terhadap pertumbuhan KPR tahun ini juga didukung oleh sejumlah kebijakan pemerintah, termasuk insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk sektor properti. Insentif tersebut dinilai menjadi stimulus permintaan pasar terhadap hunian dan diharapkan berdampak positif bagi permintaan kredit pemilikan rumah pada 2026.

Sebagai bagian dari strategi pemenuhan kebutuhan masyarakat di berbagai segmen, BCA juga meluncurkan produk KPR subsidi sejak Oktober 2025 untuk mendukung program perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Langkah ini dipandang dapat memperluas akses kepemilikan rumah sekaligus mendorong pertumbuhan pembiayaan perumahan di segmen yang lebih luas.

Segmen Pasar Hunian yang Mendominasi

Dalam paparan internal, BCA juga mencatat bahwa hunian residensial dengan harga hingga sekitar Rp2 miliar masih menjadi segmen paling diminati oleh pembeli. Permintaan terhadap rumah di wilayah penyangga kota besar seperti Tangerang dan Bekasi tercatat cukup kuat, dengan mayoritas pembelian masih didominasi oleh rumah tinggal residensial jika dibandingkan dengan properti komersial.

Promo dan Insentif untuk Mendorong Penyaluran

Untuk mendukung target pertumbuhan KPR tersebut, BCA menawarkan berbagai promo menarik, terutama pada ajang BCA Expoversary 2026. Promo tersebut mencakup suku bunga KPR yang kompetitif, termasuk pilihan bunga tetap untuk periode tertentu, serta diskon biaya provisi dan asuransi jiwa yang bisa menjadi pertimbangan tambahan bagi calon nasabah ketika mengambil kredit rumah.

Melalui kombinasi strategi layanan digital, dukungan kebijakan pemerintah, pendekatan analisis nasabah yang hati-hati, serta promo dan produk yang relevan dengan kebutuhan pasar, BCA menempatkan penyaluran KPR tahun 2026 sebagai salah satu pilar penting dalam pengembangan portofolio kredit konsumer mereka. Langkah ini diyakini dapat membantu menjaga pertumbuhan kredit perumahan di tengah tantangan pasar sekaligus menciptakan peluang pertumbuhan baru bagi sektor perbankan dan properti nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index