JAKARTA - Di awal 2026, pasar gadget Indonesia diselimuti kejutan besar. Harga berbagai model ponsel Samsung dari lini Galaxy A hingga S Series justru mengalami penurunan signifikan, berbeda dari tren umum di mana sebagian besar pabrikan menaikkan harga perangkat mereka. Fenomena ini langsung menarik minat konsumen yang sebelumnya menunda pembelian karena banderol dianggap masih tinggi.
Perubahan Strategi Harga Samsung di Tengah Tekanan Pasar
Samsung dipandang mengambil langkah strategis yang cukup berbeda di 2026 dibanding beberapa tahun sebelumnya. Menurut pantauan sejumlah sumber penjualan, salah satu alasan utama turunnya harga adalah karena belum hadirnya generasi terbaru di awal tahun, sehingga unit-unit dari generasi sebelumnya seperti Galaxy A17 5G, Galaxy A26 5G, dan Galaxy A36 5G mengalami koreksi harga yang cukup besar.
Strategi ini muncul di tengah pasar smartphone yang semakin kompetitif, dengan produsen lain terus meluncurkan produk baru dan menaikkan harga komponen. Alih-alih mengikuti tren itu, Samsung memilih untuk menyesuaikan harga agar produknya tetap relevan dan diminati luas.
Galaxy A Series: Mid-Range Kuat dengan Harga Lebih Bersahabat
Samsung Galaxy A17 5G: Kinerja Andal Kini Lebih Terjangkau
Salah satu sorotan utama dalam penurunan harga ini adalah Samsung Galaxy A17 5G, yang kini dipasarkan dengan harga lebih ramah di awal 2026. Ditenagai oleh chipset Exynos 1330 fabrikasi 5 nm, RAM 8 GB, dan memori internal 256 GB, ponsel ini tetap menawarkan performa yang kuat, baik untuk kegiatan sehari-hari maupun gaming ringan.
Ponsel ini juga dilengkapi layar Super AMOLED 6,7 inci Full HD+ dengan refresh rate 90 Hz dan perlindungan Gorilla Glass Victus, memberikan kualitas visual tinggi dengan responsivitas yang halus. Kamera utamanya memiliki sensor 50 MP, sedangkan kamera depan 12 MP mendukung perekaman video hingga 4K 30 fps. Baterai besar 5.000 mAh dengan dukungan fast charging 25 watt melengkapi daya tahan ponsel ini.
Samsung Galaxy A26 5G: Kombinasi Layar Halus dan Performa Stabil
Model lain yang turut menikmati koreksi harga adalah Samsung Galaxy A26 5G. Dengan chipset Exynos 1380, RAM 8 GB, dan penyimpanan internal 256 GB, ponsel ini menawarkan performa stabil untuk segmen mid-range. Salah satu hal yang menarik dari Galaxy A26 5G adalah panel AMOLED 6,7 inci Full HD+ dengan refresh rate 120 Hz, yang memberikan pengalaman visual lebih halus dibanding banyak pesaing di kelasnya.
Perangkat ini juga dibekali Gorilla Glass Victus Plus di layarnya, yang membuatnya tahan gores dan lebih kuat terhadap benturan ringan. Paduan spesifikasi itu menjadikan Galaxy A26 5G nilai yang kompetitif di pasar dengan harga yang kini lebih ringan di kantong pembeli.
Samsung Galaxy A36 5G: Snapdragon di Kelas Menengah
Di samping dua model di atas, Samsung Galaxy A36 5G juga ikut turun harga. Meski artikel asli belum memaparkan spesifikasi lengkapnya, penurunan harga membuat model ini semakin kompetitif di segmen mid-range dan menarik perhatian pembeli yang ingin perangkat bertenaga namun tetap terjangkau.
Penurunan harga model-model Galaxy A Series ini selaras dengan data harga resmi per 1 Februari 2026, yang menunjukkan bahwa perangkat seperti Galaxy A17 5G, A26 5G, dan A36 5G kini ditawarkan dengan struktur harga yang lebih bersahabat di pasar Indonesia.
Seri S: Flagship Masih Relevan, Kini Lebih Murah
Walaupun artikel utama Disway lebih menekankan pada Galaxy A Models, turunnya harga perangkat di Galaxy S Series juga berdampak signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen. Menurut daftar harga resmi terbaru, model flagship Samsung seperti Galaxy S25, S25 Ultra, S25 Edge, dan S25 FE kini dipasarkan di kisaran harga yang kompetitif — bahkan beberapa varian sudah mendekati level yang banyak konsumen anggap lebih masuk akal dibanding ketika pertama kali meluncur.
Penyesuaian harga ini menjadi kabar baik bagi pembeli yang sebelumnya menganggap flagship Samsung “terlalu mahal”. Dengan penurunan harga, lini seri S tetap relevan sebagai perangkat premium pilihan di pasar Indonesia.
Dampak pada Pasar dan Pilihan Konsumen
Penurunan harga HP Samsung di awal 2026 ini memunculkan respons positif dari konsumen. Banyak yang mulai mempertimbangkan pembelian perangkat yang sebelumnya dianggap terlalu mahal, terutama setelah adanya koreksi harga pada model-model mid-range hingga flagship.
Perubahan strategi harga juga membuka peluang Samsung untuk memperkuat posisi pasar di Indonesia. Di tengah daya beli yang fluktuatif dan persaingan ketat dari merek lain, langkah menurunkan harga dapat dilihat sebagai upaya mempertahankan dominasi sekaligus memberikan konsumen lebih banyak pilihan.
Momentum Baru Bagi Pembeli dan Samsung
Penurunan harga di lini Samsung Galaxy A dan S Series menjadi dinamika penting di pasar gadget Indonesia pada awal 2026. Samsung tampak memanfaatkan momen belum hadirnya generasi terbaru untuk menyesuaikan harga model yang sudah ada, sehingga menjadikannya semakin menarik bagi konsumen. Dengan strategi ini, Samsung tidak hanya mempertahankan relevansi produknya tetapi juga memperluas daya tarik di berbagai segmen pasar.