Kolaborasi PLN UIP2B Jamali Dan Dunia Pendidikan Melalui Program Keberlanjutan Jadi Langkah Strategis Mewujudkan Masa Depan Energi Listrik Indonesia

Jumat, 01 Agustus 2025 | 17:25:28 WIB

JAKARTA - PLN UP2B DKI Jakarta dan Banten meluncurkan program bertajuk “Upgrading Konversi Kendaraan Listrik” di SMK Dinamika Pembangunan 1 Jakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dirancang untuk mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang transisi energi terbarukan. Melalui program ini, PLN memberikan pelatihan kepada siswa dan guru SMK mengenai teknologi kendaraan listrik yang semakin dibutuhkan dalam era elektrifikasi nasional.

Dalam pelaksanaan program ini, sebanyak 40 peserta yang terdiri dari guru dan siswa dari jurusan Teknik Otomotif mengikuti pelatihan teknis terkait konversi kendaraan konvensional menjadi kendaraan listrik. Selain pelatihan, PLN juga menyerahkan bantuan berupa peralatan praktik konversi kendaraan listrik, di antaranya unit motor, dyno test, baterai, insulation dan resistansi tester, avometer, serta toolkit lengkap untuk menunjang pembelajaran langsung di bengkel praktik sekolah.

Pelatihan dan Sertifikasi untuk Tingkatkan Daya Saing Lulusan

Melalui program TJSL ini, peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan teknis, tetapi juga sertifikasi kompetensi konversi kendaraan listrik atau Electric Vehicles (EV). Sertifikasi ini menjadi nilai tambah bagi siswa SMK karena dapat menjadi modal penting untuk bersaing di industri otomotif yang saat ini mulai bergeser ke arah teknologi ramah lingkungan.

Langkah PLN ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendukung transisi menuju Net Zero Emission pada tahun 2060. Dengan memberikan akses pelatihan dan sertifikasi kompetensi, PLN membantu menciptakan generasi muda yang unggul dan mampu menjawab tantangan industri kendaraan listrik yang terus berkembang pesat di Indonesia dan global.

Munawwar Furqan selaku General Manager PLN UIP2B Jawa, Madura, dan Bali mengatakan bahwa program ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara industri dan dunia pendidikan. “Program TJSL ini tidak hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi juga selaras dengan visi pemerintah menuju Net Zero Emission 2060. Melalui kolaborasi bersama dunia pendidikan, PLN mendukung percepatan transisi energi di Indonesia, khususnya percepatan perkembangan ekosistem kendaraan listrik,” ujarnya.

Dukungan PLN terhadap Teknologi dan Pendidikan Berkelanjutan

Program konversi kendaraan listrik ini merupakan bagian dari komitmen PLN untuk mendorong pemanfaatan energi bersih melalui pendekatan edukatif. PLN ingin menjembatani dunia pendidikan dengan perkembangan teknologi otomotif terbaru, sehingga pelajar dan tenaga pendidik bisa memperoleh pengetahuan serta pengalaman yang relevan dan aplikatif.

Santo Kardono, Manager PLN UP2B DKI Jakarta dan Banten, menegaskan bahwa program TJSL ini bukan hanya sebatas memberikan bantuan fisik, melainkan juga menciptakan nilai tambah melalui peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia. “Kami tidak hanya menyalurkan alat atau perangkat, tapi juga menciptakan dampak nyata melalui pelatihan, pendampingan, dan sertifikasi. Tujuan akhirnya adalah mencetak generasi yang siap bersaing di ekosistem kendaraan listrik,” kata Santo.

Lebih dari itu, langkah ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan dunia industri kepada siswa sejak dini. Dengan begitu, siswa dapat lebih siap dalam menghadapi dunia kerja, khususnya di sektor teknologi otomotif berbasis energi terbarukan yang terus mengalami pertumbuhan.

Antusiasme Siswa dan Apresiasi Sekolah terhadap Inisiatif PLN

Pihak sekolah, khususnya SMK Dinamika Pembangunan 1 Jakarta, menyambut baik inisiatif PLN ini. Kepala Sekolah, Sukarno, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap dukungan PLN yang dinilainya sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan vokasi saat ini. “Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Selain memperkaya sarana praktik, juga memberi dorongan semangat bagi siswa dan guru untuk terus berinovasi dan mengikuti perkembangan teknologi,” ujar Sukarno.

Sementara itu, para siswa yang mengikuti pelatihan menunjukkan rasa antusiasme yang tinggi. Banyak dari mereka mengaku bersyukur karena mendapatkan kesempatan langka untuk mempelajari secara langsung proses konversi kendaraan listrik. Salah satu siswa jurusan Teknik Otomotif menyampaikan bahwa pelatihan ini membuka wawasan baru tentang teknologi EV yang sebelumnya hanya diketahui secara teori.

Menurut siswa lainnya, pengalaman langsung seperti ini belum tentu bisa didapatkan di sekolah lain. Mereka juga merasa lebih percaya diri menghadapi dunia kerja karena telah mendapatkan pemahaman teknis sekaligus sertifikasi yang akan berguna saat melamar pekerjaan atau membuka usaha sendiri di bidang kendaraan listrik.

Mendorong Kolaborasi Pendidikan dan Industri menuju Masa Depan Energi Bersih

Melalui kegiatan ini, PLN berharap dapat menciptakan sinergi jangka panjang antara dunia pendidikan dan dunia industri. Kolaborasi tersebut menjadi kunci untuk mempercepat tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam sektor pendidikan berkualitas dan energi bersih.

Dengan memperkenalkan teknologi kendaraan listrik secara langsung ke lingkungan sekolah, PLN menanamkan kesadaran akan pentingnya transisi energi sejak dini. Program ini juga mendukung tumbuhnya kompetensi dan keahlian baru di kalangan generasi muda, sekaligus menjadi langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi industri masa depan.

Investasi PLN dalam pengembangan keterampilan teknis ini juga memperkuat posisi SMK sebagai institusi pendidikan vokasi yang relevan dan adaptif terhadap perubahan zaman. Semakin banyak lulusan SMK yang tersertifikasi dan memiliki keahlian khusus di bidang kendaraan listrik, maka akan semakin besar pula kontribusi mereka dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.

Terkini