Kemandirian Energi Komunitas Pesisir Jadi Fokus Utama Transformasi Energi Bersih oleh PLN UIP2B Jamali

Jumat, 11 Juli 2025 | 02:34:58 WIB

PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor kelautan dan perikanan melalui program bertajuk Electrifying Marine: Peningkatan Daya Saing Kelautan dan Perikanan. Kegiatan ini dilakukan di Desa Betahwalang, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, dengan sasaran utama masyarakat pesisir, terutama generasi muda yang terlibat dalam usaha kelautan dan perikanan.

Upaya elektrifikasi sektor kelautan dan perikanan bertujuan menggantikan penggunaan energi fosil dengan tenaga listrik pada mesin dan peralatan pendukung aktivitas nelayan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan efisiensi di sektor tersebut, sekaligus membangun ekosistem ramah lingkungan yang lebih berkelanjutan.

Desa Betahwalang yang terkenal sebagai sentra hasil laut, dihuni oleh 1.805 nelayan. Namun demikian, para nelayan masih menghadapi kendala seperti kurangnya infrastruktur dan ketergantungan tinggi pada bahan bakar fosil yang tidak ramah lingkungan.

PLN memberikan dukungan melalui penyediaan pasokan listrik yang memadai, alat bantu navigasi berupa Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP), serta pelatihan untuk meningkatkan daya saing sektor kelautan dan perikanan secara modern. Diharapkan program ini mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat, mengurangi emisi karbon, serta mendorong penggunaan energi listrik secara optimal.

Melalui Electrifying Marine, PLN menyediakan solusi nyata yang tidak hanya relevan tetapi juga berkelanjutan. Bantuan yang diberikan mencakup pemasangan lampu suar di lokasi strategis di pesisir, serta pemanfaatan kincir tambak bertenaga listrik di tambak nelayan lokal. Inovasi ini menjadi lompatan penting dalam meningkatkan keselamatan nelayan saat melaut serta mendongkrak produktivitas tambak.

Menurut Munawwar Furqan, General Manager PLN UIP2B Jawa, Madura, dan Bali, program ini dirancang tak sekadar sebagai bentuk bantuan, melainkan bagian dari pembangunan sistem energi berkelanjutan berbasis teknologi. Dengan dukungan aktif dari pemerintah daerah dan masyarakat setempat, program ini diharapkan menjadi investasi jangka panjang untuk ketahanan pangan dan energi nasional.

Kepala Desa Betahwalang, Abdullah Taufik, S.Pd., menyampaikan bahwa selama ini nelayan menghadapi kesulitan kembali ke darat saat malam hari karena ketiadaan penanda visual. Kehadiran lampu suar akan sangat membantu mereka untuk kembali dengan aman ke desa tanpa tersesat ke wilayah lain.

Teknologi kincir listrik yang digunakan pada tambak juga diyakini mampu membawa perubahan signifikan dalam efisiensi dan keberlanjutan. H. Zenuddin, seorang nelayan muda yang menjadi peserta proyek percontohan, sebelumnya menggunakan mesin diesel yang mahal dan berisik. Kini dengan listrik, ia dapat bekerja lebih efektif dan ramah lingkungan.

Program ini juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta SDGs 14 tentang perlindungan ekosistem laut. Melalui inisiatif ini, PLN tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat pesisir dan kemampuan mereka dalam menghadapi perubahan teknologi.

Lampu suar dan kincir listrik turut membuka peluang baru bagi generasi muda untuk terlibat dalam sektor kelautan. Nelayan milenial diharapkan menjadi pelopor dalam penggunaan energi bersih yang ramah lingkungan dan efisien. Ini merupakan bagian dari strategi besar dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

PLN UP2B Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta berencana memperluas jangkauan program Electrifying Marine ke daerah pesisir lainnya. Kolaborasi antara BUMN, pemerintah daerah, dan masyarakat diyakini mampu memperkuat kemandirian masyarakat pesisir Indonesia dalam menghadapi tantangan energi dan pangan global.

Terkini