JAKARTA - Momentum Ramadan dan Idul Fitri 2026 diprediksi menjadi puncak konsumsi digital di Indonesia.
Fenomena ini ditandai dengan meningkatnya transaksi daring dan perubahan perilaku belanja masyarakat. Berdasarkan data terbaru, konsumen kini tidak hanya mengejar harga murah, melainkan semakin menekankan pada nilai (value), kualitas produk, dan keamanan platform ketika berbelanja online.
Menanggapi tren ini, Lazada Indonesia meluncurkan festival belanja “Lazada Ramadan Sale”. Puncak acara direncanakan berlangsung pada gelaran Lazada 3.3 Ramadan Mega Sale mulai 2 Maret pukul 18.00 WIB hingga 6 Maret 2026.
“Kami mengamati adanya tradisi digital baru yang hidup di sela waktu sahur dan jelang berbuka (ngabuburit). Konsumen kini lebih terencana dalam mempersiapkan kebutuhan hari raya melalui layar ponsel mereka,” ujar Head of Business Growth & Operations Lazada Indonesia, Amelia Tediarjo.
Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat kini menempatkan transaksi daring sebagai bagian dari perencanaan sehari-hari, terutama untuk kebutuhan Lebaran. Kecanggihan teknologi dan kemudahan akses mendorong konsumen untuk melakukan pembelian lebih awal dan strategis.
Lonjakan Belanja Online Selama Ramadan
Antusiasme belanja daring bukan tanpa alasan. Laporan Jakpat Consumer & Commerce Outlook 2026 mengungkapkan bahwa 95% konsumen usia 17–55 tahun memilih berbelanja online, dan 88% di antaranya menjadikan eCommerce sebagai kanal utama pemenuhan kebutuhan.
Data Nielsen (2025) menunjukkan lonjakan belanja rumah tangga hingga 1,2 kali lipat selama Ramadan, dengan faktor pendorong utama berupa promosi dan harga yang kompetitif dibandingkan kanal konvensional.
Fenomena ini memperlihatkan pergeseran perilaku belanja: masyarakat tidak sekadar membeli, tetapi menilai produk berdasarkan kualitas, keaslian, dan keamanan transaksi.
Perubahan Prioritas Konsumen: Nilai dan Kualitas
Salah satu tren menarik adalah transformasi karakter konsumen. Amelia menjelaskan bahwa pelanggan kini lebih cerdas dalam memilih produk. Mereka mencari barang dengan nilai jangka panjang dan hanya bertransaksi di platform yang menjamin keaslian produk.
Kategori utama yang menunjukkan lonjakan pembelian pada platform Lazada antara lain:
Perlengkapan Rumah & Gaya Hidup: Konsumen bersiap menyambut tamu di hari raya dengan berbagai peralatan rumah tangga dan dekorasi.
Fesyen & Kecantikan: Lonjakan terjadi pada pencarian busana pria dan anak untuk kebutuhan sarimbit keluarga.
Elektronik: Penjualan televisi dan perangkat seluler diprediksi meningkat, terutama menjelang pertengahan hingga akhir Ramadan.
Tren ini mencerminkan konsumen yang lebih selektif, tidak hanya memerhatikan harga, tetapi juga kualitas, reputasi merek, dan kenyamanan belanja.
Inovasi Layanan Mendukung Pengalaman Belanja
Untuk menyesuaikan diri dengan perilaku konsumen yang semakin kompleks, Lazada memperkenalkan inovasi layanan, seperti Layanan Instalasi Gratis. Fitur ini memungkinkan pelanggan membeli furnitur atau alat elektronik tanpa biaya perakitan, yang dilakukan tenaga profesional.
Selain itu, Lazada memperkuat pasar melalui kolaborasi dengan merek lokal ternama, termasuk Klamby dan Wardah. I Dewa Ayu Ratih Utami dari Klamby menyatakan bahwa kehadiran di kanal LazMall memberikan jaminan keaslian produk, sehingga konsumen yang semakin selektif merasa aman dan percaya diri saat membeli.
Senada dengan itu, Meinar Dyan Muslimah dari ParagonCorp (Wardah) menekankan bahwa kemudahan akses terhadap produk halal menjadi faktor penting. Konsumen kini tidak hanya mencari kualitas, tetapi juga kepastian halal, terutama dalam menjaga kesehatan kulit dan penampilan selama puasa.
Kecenderungan Belanja Lebih Terencana dan Strategis
Fenomena ini menandai munculnya tradisi digital baru di kalangan masyarakat Indonesia. Belanja daring tidak lagi dilakukan secara impulsif, melainkan melalui perencanaan matang, mulai dari memilih produk hingga menentukan platform belanja.
Perilaku konsumen yang terencana ini membuka peluang bagi eCommerce untuk menghadirkan pengalaman belanja yang lebih personal dan relevan. Promosi, fitur tambahan, dan layanan pendukung menjadi kunci untuk memenangkan hati pelanggan.
Dengan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap kualitas, Lazada dan merek lokal harus terus berinovasi agar tetap kompetitif. Pemahaman terhadap perilaku konsumen dan preferensi nilai menjadi salah satu strategi penting dalam menghadapi Ramadan dan Idul Fitri 2026.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Tren belanja online ini tidak hanya berdampak pada perilaku konsumen, tetapi juga pada ekonomi digital. Aktivitas eCommerce yang meningkat memperkuat peran UMKM lokal dan meningkatkan distribusi produk dalam negeri.
Kolaborasi dengan merek lokal seperti Klamby dan Wardah juga menunjukkan bagaimana integrasi eCommerce dengan produk lokal dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memberikan manfaat sosial, terutama melalui penciptaan lapangan kerja dan kemudahan akses produk.
Kesimpulannya, Ramadan 2026 akan menjadi momentum bagi konsumen Indonesia untuk belanja lebih cerdas dan terencana. Transformasi perilaku ini menunjukkan bahwa eCommerce tidak sekadar menjadi alternatif, tetapi telah menjadi kanal utama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dan hari raya.