JAKARTA - Barcelona menghadapi periode padat kompetisi La Liga di tengah bulan Ramadhan dengan jadwal pertandingan sore hari, sebuah situasi yang membawa tantangan fisik dan spiritual tersendiri bagi bintang muda mereka, Lamine Yamal, yang tetap menjalankan ibadah puasa tanpa mengorbankan performa di lapangan.
Empat Pertandingan Sore dan Tantangan Puasa
Barcelona dijadwalkan memainkan empat laga La Liga secara beruntun pada pukul 16.15 waktu setempat, yang berarti seluruh pertandingan digelar ketika matahari masih tinggi dan sebelum waktu berbuka puasa tiba di Spanyol. Empat laga ini akan mempertemukan Barcelona dengan Levante, Villarreal, Athletic Club, dan Sevilla dalam rentang pekan yang cukup krusial bagi posisi mereka di klasemen.
Penjadwalan sore hari bukan hal yang biasa dalam fase kompetisi La Liga yang biasanya lebih banyak menghadirkan pertandingan malam. Bagi seorang atlet profesional Muslim seperti Yamal yang tetap berkomitmen menjalankan ibadah puasa penuh, ini berarti ia harus menjalani sesi pemanasan hingga 90 menit pertandingan tanpa mengonsumsi makanan atau minuman. Kondisi ini menambah beban fisik yang harus diatasi olehnya dan staf pelatih Barcelona.
Program Nutrisi dan Persiapan Khusus Klub
Menanggapi tantangan ini, Barcelona telah menyiapkan program khusus untuk membantu Yamal menjaga kebugaran dan performanya. Staf medis bekerja sama dengan pelatih menghadirkan pola makan dan hidrasi yang terencana selama waktu non-puasa. Fokus utama program ini adalah memastikan Yamal mendapatkan asupan nutrisi padat gizi sekaligus kebutuhan cairan yang cukup sebelum fajar, sehingga daya tahan tubuhnya tetap optimal saat melakukan aktivitas fisik berat di sore hari.
Selain itu, tim nutrisi klub juga merancang menu sahur yang disesuaikan untuk mendukung proses pemulihan tubuh selama tidur malam. Menu tersebut tidak hanya bertujuan untuk memberikan energi yang cukup, tetapi juga untuk menghindari konsumsi yang berlebihan yang dapat mengganggu tidur dan ritme biologis pemain. Program elektrolit dan hidrasi sebelum sahur juga menjadi bagian dari strategi untuk membantu mengurangi rasa haus saat bertanding di bawah terik matahari.
Peran Vital Yamal di Tim Catalan
Lamine Yamal, yang saat ini berusia 18 tahun, bukan hanya sekadar pemain cadangan di skuad Barcelona. Sebaliknya, dia menjadi salah satu pemain kunci yang sangat diandalkan dalam skema penyerangan tim. Kecepatan, kelincahan, visi bermain, serta kontribusinya dalam menciptakan peluang menjadi alasan mengapa pelatih terus menempatkannya sebagai starter meskipun berpuasa.
Musim ini Yamal telah tampil konsisten dan memberikan kontribusi signifikan kepada tim, baik dalam hal gol maupun assist. Kepercayaan besar yang diberikan Barcelona kepada pemain muda ini menunjukkan bagaimana klub menghargai kontribusi serta dedikasi profesionalnya, bahkan di tengah kondisi fisik yang menuntut seperti saat Ramadhan.
Pengalaman Klub dengan Pemain Muslim Sebelumnya
Barcelona bukanlah klub asing dalam menangani atlet muslim yang menjalankan puasa selama kompetisi berlangsung. Beberapa nama seperti Ousmane Dembélé, Franck Kessié, dan Ansu Fati sebelumnya juga pernah menghadapi situasi serupa dan klub memiliki pengalaman dalam menyesuaikan pola latihan serta nutrisi agar performa mereka tetap stabil.
Pendekatan ini mencerminkan pemahaman klub terhadap kebutuhan pribadi pemain dalam menjalankan ibadah tanpa mengorbankan tuntutan kompetitif tim. Dengan pengalaman tersebut, Barcelona percaya bahwa Yamal juga dapat melewati periode ini dengan baik, asalkan disiplin dan dukungan tim berjalan secara sinergis.
Mental dan Disiplin Yamal dalam Menjalankan Ibadah dan Tugas Tim
Di luar persiapan teknis dan fisik yang telah disiapkan klub, komitmen pribadi Yamal terhadap ibadahnya turut memainkan peran penting dalam bagaimana ia menyikapi jadwal padat tersebut. Ia diketahui rutin mempersiapkan sahur sejak dini pagi untuk memastikan tubuhnya berada dalam kondisi terbaik saat memasuki pertandingan sore.
Disiplin tinggi dan fokus yang ia tunjukkan menjadi contoh bagi rekan satu tim lainnya. Meskipun kondisi fisik mungkin sedikit berbeda ketika berpuasa, Yamal tetap berusaha memberikan yang terbaik di setiap kesempatan tampil, menjadikannya figur yang inspiratif baik di dalam maupun luar lapangan.