JAKARTA - Menjelang Lebaran Idul Fitri 2026, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan bahwa diskon tarif tol untuk libur Lebaran sedang dalam tahap finalisasi dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).
Meskipun masih dalam proses negosiasi, Dody berharap agar diskon tarif yang diterapkan dapat mencapai 30 persen, sama seperti yang dilakukan pada hari-hari Lebaran sebelumnya.
Ini diharapkan menjadi salah satu upaya untuk memberikan kemudahan bagi pemudik dan mengurangi beban biaya perjalanan selama musim mudik.
Dody menjelaskan bahwa proses pembicaraan dengan BUJT masih berlangsung, namun pihaknya berupaya agar diskon tarif tol tersebut bisa segera diterapkan untuk mempermudah masyarakat yang melakukan perjalanan.
"Kami sedang finalisasi dengan BUJT, dan kami usahakan diskon mencapai 30 persen, seperti yang dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya," ujar Dody.
Proses Negosiasi yang Masih Berlangsung
Menteri PU menjelaskan bahwa saat ini negosiasi dengan pihak Badan Usaha Jalan Tol memang masih berlangsung, meskipun pemerintah menginginkan tarif tol yang lebih terjangkau bagi masyarakat, terutama selama musim mudik Lebaran.
Diskon yang diharapkan mencapai 30 persen ini tentunya diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para pemudik yang ingin merayakan Lebaran bersama keluarga, namun terhambat oleh tingginya biaya perjalanan.
Pemerintah sering kali memberikan diskon tarif tol selama periode libur panjang, terutama saat Natal, Tahun Baru, dan Lebaran, sebagai upaya untuk menurunkan biaya perjalanan masyarakat dan meningkatkan daya beli.
Dody menegaskan bahwa diskon tarif ini akan membantu memperlancar arus mudik, mengingat tingginya volume kendaraan yang biasa terjadi selama liburan.
Diskon Tarif Tol Sebagai Stimulus Ekonomi
Diskon tarif tol selama libur Lebaran 2026 juga diharapkan dapat menjadi salah satu stimulus ekonomi yang berdampak langsung kepada masyarakat.
Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menjelaskan bahwa diskon tarif tol bukan hanya sekadar untuk memberikan potongan biaya, tetapi juga sebagai upaya untuk mengatur distribusi kendaraan yang melintas.
Rivan menjelaskan bahwa diskon tarif tersebut bertujuan untuk mengurangi kepadatan kendaraan pada satu waktu tertentu.
Jika masyarakat memilih untuk melakukan perjalanan mudik pada hari yang sama, maka antrean panjang di jalan tol dan jalur arteri akan sangat mungkin terjadi.
Oleh karena itu, pemberian diskon diharapkan bisa membantu distribusi pemudik agar tidak terkonsentrasi pada satu titik, yang pada gilirannya dapat mengurangi kemacetan dan meningkatkan kenyamanan perjalanan.
"Diskon itu bukan sekadar diberikan begitu saja, tapi bertujuan untuk distribusi kendaraan. Kami ingin agar kepadatan kendaraan dapat tersebar, agar mudik menjadi lebih lancar," jelas Rivan A. Purwantono.
Menurut Rivan, kebijakan ini diambil untuk menghindari terjadinya kemacetan parah yang dapat memperburuk pengalaman pemudik selama perjalanan.
Alasan Mengapa Diskon Tol Dibutuhkan Selama Lebaran
Pada setiap musim libur, terutama Lebaran, mobilitas masyarakat meningkat pesat. Oleh karena itu, banyak pihak yang mendukung pemberian diskon tarif tol sebagai salah satu cara untuk mendistribusikan pemudik ke berbagai waktu dan titik yang berbeda.
Sebagai informasi, pada Lebaran 2026, diperkirakan akan ada lebih dari 10 juta pemudik yang menggunakan jalan tol untuk bepergian ke kampung halaman.
Dengan memberikan diskon tarif tol, pemerintah berharap bisa mengurangi jumlah kendaraan yang berbondong-bondong melewati jalan tol pada saat yang bersamaan, yang biasanya terjadi pada puncak arus mudik.
Pemberian diskon juga diharapkan bisa mendorong lebih banyak orang untuk melakukan perjalanan pada waktu yang lebih fleksibel, sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan yang bisa berujung pada kemacetan yang parah.
Negosiasi Terkait Kompensasi dan Peran Pemerintah
Mengenai apakah ada kompensasi terkait dengan negosiasi diskon tarif tol ini, Dody menegaskan bahwa tidak ada bentuk kompensasi yang diminta oleh pemerintah.
"Tidak, tidak ada kompensasinya. Ini benar-benar untuk kepentingan masyarakat dan Merah Putih saja, tidak ada yang lain," tegas Dody.
Hal ini menegaskan bahwa kebijakan diskon tarif tol selama Lebaran adalah murni untuk kepentingan pemudik dan tidak ada agenda tersembunyi di baliknya.
Menurutnya, diskon ini bukanlah sebuah bentuk kompensasi atau pengorbanan yang dilakukan oleh pihak BUJT, melainkan upaya untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan akses lebih terjangkau selama musim mudik.
Dampak Positif bagi Masyarakat dan Ekonomi
Pemberian diskon tarif tol diharapkan tidak hanya mempermudah perjalanan para pemudik, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian di wilayah tujuan mudik.
Dengan diskon tarif yang lebih terjangkau, diharapkan lebih banyak masyarakat yang dapat melakukan perjalanan dengan kendaraan pribadi, yang pada gilirannya dapat mendorong perputaran ekonomi di daerah-daerah tujuan mudik.
Dengan adanya diskon, tidak hanya sektor transportasi yang diuntungkan, tetapi juga sektor ekonomi lokal, yang bisa mendapatkan lebih banyak konsumen di pasar, restoran, serta sektor pariwisata yang bergantung pada tingginya tingkat kunjungan wisatawan domestik saat Lebaran.