Diet Mediterania Terbukti Menurunkan Risiko Stroke Pada Perempuan

Selasa, 10 Februari 2026 | 14:00:56 WIB
Diet Mediterania Terbukti Menurunkan Risiko Stroke Pada Perempuan

JAKARTA - Pembicaraan mengenai pencegahan stroke kini semakin bergeser ke arah pola hidup dan kebiasaan makan. 

Bukan hanya soal obat atau terapi medis, tetapi juga bagaimana pilihan makanan sehari-hari dapat berperan besar menjaga kesehatan pembuluh darah otak. 

Bagi perempuan, khususnya yang memasuki usia paruh baya hingga menopause, risiko stroke menjadi perhatian serius karena kecenderungannya meningkat seiring bertambahnya usia.

Stroke masih tercatat sebagai salah satu penyebab kematian utama pada perempuan. Data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menunjukkan bahwa satu dari lima perempuan berusia 55–75 tahun berisiko mengalami stroke. 

Risiko ini makin tinggi setelah menopause, ketika perubahan hormon turut memengaruhi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Di tengah kekhawatiran tersebut, kabar baik datang dari dunia riset nutrisi dan kesehatan.

Sejumlah penelitian terbaru memperkuat bukti bahwa Diet Mediterania bukan sekadar tren makan sehat, melainkan strategi nyata untuk menurunkan risiko stroke pada perempuan. 

Pola makan yang telah lama dikenal ini kembali menunjukkan manfaat signifikan, bahkan terhadap jenis stroke yang sebelumnya jarang dikaitkan langsung dengan pola makan.

Diet Mediterania Sebagai Strategi Pencegahan Stroke Perempuan

Diet Mediterania merupakan pola makan yang menekankan konsumsi bahan pangan alami dan minim proses. Pola ini mengutamakan sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, minyak zaitun, serta ikan sebagai sumber protein utama. 

Sebaliknya, konsumsi daging merah dan produk susu dibatasi, sementara alkohol diperbolehkan dalam jumlah moderat.

Pola makan ini telah lama dikaitkan dengan kesehatan jantung. Namun, temuan terbaru menunjukkan manfaatnya tidak berhenti di sana. 

Diet Mediterania terbukti mampu memberikan perlindungan terhadap berbagai jenis stroke, menjadikannya relevan bagi perempuan yang ingin menjaga kesehatan jangka panjang melalui pendekatan alami.

Studi Jangka Panjang Lebih Dari Dua Dekade Pengamatan

Bukti kuat mengenai efektivitas Diet Mediterania berasal dari penelitian jangka panjang yang melibatkan lebih dari 105 ribu perempuan. 

Para partisipan tergabung dalam California Teachers Study sejak tahun 1995, dengan latar belakang sebagai guru, tenaga administrasi sekolah, atau anggota sistem pensiun guru California. Rentang usia awal peserta berada di antara 38 hingga 67 tahun.

Pada awal penelitian seluruh peserta diminta mengisi kuesioner rinci terkait pola makan dan porsi konsumsi selama satu tahun terakhir. Informasi ini kemudian digunakan peneliti untuk menilai tingkat kepatuhan terhadap Diet Mediterania menggunakan sistem skor sembilan poin. 

Skor diberikan berdasarkan tingginya konsumsi sayur, buah, kacang-kacangan, sereal, minyak zaitun, dan ikan, serta rendahnya konsumsi daging dan produk susu.

Semakin tinggi skor yang diperoleh, semakin kuat tingkat kepatuhan peserta terhadap Diet Mediterania. Metode penilaian ini memungkinkan peneliti melihat hubungan jangka panjang antara pola makan dan kejadian stroke secara lebih akurat.

Penurunan Risiko Stroke Yang Signifikan Dan Konsisten

Setelah masa tindak lanjut rata-rata selama 20,5 tahun, hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang cukup mencolok. Perempuan yang secara konsisten menjalani Diet Mediterania memiliki risiko stroke lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak mengikuti pola makan tersebut.

Secara rinci, risiko seluruh jenis stroke tercatat turun hingga 18 persen. Untuk stroke iskemik, jenis yang paling umum terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah, risikonya menurun sebesar 16 persen. Temuan yang paling mengejutkan adalah penurunan risiko stroke hemoragik hingga 25 persen.

Penurunan risiko stroke hemoragik ini menjadi sorotan tersendiri karena sebelumnya faktor gaya hidup lebih sering dikaitkan dengan stroke iskemik. Temuan ini memperluas pemahaman bahwa pola makan juga memiliki peran penting dalam mencegah jenis stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah.

Pandangan Ahli Jantung Dan Peneliti Kesehatan

Temuan ini mendapat respons positif dari kalangan ahli. Andrew Freeman, ahli jantung preventif dari National Jewish Health, Denver, yang tidak terlibat langsung dalam penelitian ini, menyatakan bahwa manfaat Diet Mediterania sebenarnya telah lama diketahui.

"Kami sudah lama tahu bahwa ini adalah pola makan yang lebih sehat," ujar Freeman. Ia menambahkan, banyak ahli jantung merujuk pada studi PREDIMED yang menunjukkan penurunan kejadian kardiovaskular dan serebrovaskular, dengan manfaat terbesar pada pencegahan stroke.

Namun demikian, penurunan risiko stroke hemoragik tetap dianggap sebagai temuan baru yang penting. Sophia Wang, penulis senior studi ini, menilai hasil tersebut sangat relevan bagi perempuan yang menua. Menurutnya, risiko stroke memang meningkat setelah menopause, tetapi penelitian ini menunjukkan bahwa ada langkah konkret yang dapat dilakukan untuk menurunkannya.

"Manfaat diet terhadap stroke hemoragik merupakan temuan baru dan sangat penting," ujar Wang. Ia menegaskan bahwa pola makan sehat seperti Diet Mediterania dapat menjadi salah satu pendekatan preventif yang efektif.

Keterbatasan Studi Dan Penguatan Bukti Pola Makan Nabati

Meski hasilnya kuat, peneliti mengakui adanya keterbatasan dalam studi ini. Salah satunya adalah tidak dilacaknya perubahan pola makan peserta serta konsumsi minyak zaitun secara spesifik selama bertahun-tahun. 

Kendati demikian, temuan ini tetap dianggap menambah bukti ilmiah yang mendukung manfaat pola makan berbasis nabati.

Freeman menilai penelitian ini sebagai tambahan penting dalam literatur kesehatan. Menurutnya, pola makan rendah lemak, berbasis makanan utuh dan nabati, merupakan cara terbaik untuk mencegah berbagai penyakit kronis, khususnya penyakit jantung dan pembuluh darah otak.

Dengan semakin kuatnya bukti ilmiah, Diet Mediterania tidak lagi sekadar pilihan gaya hidup, melainkan strategi pencegahan yang layak dipertimbangkan, terutama bagi perempuan yang ingin menjaga kualitas hidup dan kesehatan di usia lanjut.

Terkini