JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto membuka tahun kerja 2026 dengan menegaskan kembali posisi strategis TNI dan Polri sebagai institusi negara.
Ia menekankan bahwa kedua lembaga tersebut harus senantiasa berpihak kepada rakyat. Pesan tersebut disampaikan secara langsung kepada para pimpinan TNI-Polri dalam Rapat Pimpinan (Rapim) yang digelar di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Rapim TNI-Polri menjadi momentum awal bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi sekaligus penguatan arah kebijakan sektor pertahanan dan keamanan nasional. Dalam forum itu, Presiden menekankan pentingnya profesionalisme, soliditas, serta kehadiran nyata aparat negara dalam melayani kepentingan masyarakat.
Konsolidasi Awal Tahun Pimpinan TNI-Polri
Rapat Pimpinan TNI-Polri dihadiri oleh jajaran pimpinan tertinggi negara dan aparat keamanan. Dari unsur kabinet, hadir Menko Polhukam Djamari Chaniago, Wamenko Polhukam Lodewijk F Paulus, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala BIN Herindra, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Sementara dari unsur TNI-Polri, tampak Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak, KSAL Laksamana Muhammad Ali, dan KSAU Marsekal Mohamad Tonny Harjono.
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa Rapim tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang selalu digelar untuk melakukan evaluasi kinerja satu tahun ke belakang serta menerima arahan langsung dari Presiden sebagai Panglima Tertinggi.
“Ini kan acara rutin saja, evaluasi, langkah-langkah ke depan, biasa kita dapat pengarahan dari presiden,” ujar Maruli.
Evaluasi Kinerja dan Arahan Presiden
Rapat yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB itu menjadi forum penting bagi Presiden Prabowo untuk memberikan taklimat strategis. Menurut Maruli, setelah menerima arahan dari Presiden, masing-masing satuan akan melaksanakan rapat lanjutan guna menindaklanjuti petunjuk yang diberikan.
“Ya nanti ada Rapim TNI lagi. Rapat (AD) ada lagi nanti, turunan-turunan dari petunjuk presiden apa yang kita lakukan,” ujar mantan Pangkostrad tersebut.
Evaluasi tahunan ini mencakup pelaksanaan tugas TNI-Polri selama satu tahun terakhir, termasuk berbagai peran tambahan yang dijalankan di luar tugas pokok, terutama dalam membantu masyarakat menghadapi situasi darurat dan kondisi sosial tertentu.
Pesan Presiden Soal Profesionalisme dan Kedekatan Dengan Rakyat
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan inti arahan Presiden Prabowo kepada pimpinan TNI-Polri. Menurut Pras, Presiden memberikan penguatan agar TNI dan Polri menjadi institusi yang semakin kuat, profesional, dan dicintai rakyat.
“Bapak Presiden memberikan pengarahan-pengarahan untuk bagaimana TNI maupun Polri harus menjadi institusi yang kuat, profesional, dan terutama tadi pesan beliau adalah untuk menjadi tentara rakyat dan polisi yang dicintai oleh rakyat,” kata Pras.
Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas kinerja TNI-Polri dalam satu tahun terakhir. Ia menilai kehadiran aparat keamanan dalam berbagai situasi sosial telah memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Kalau kita perhatikan kan baik TNI maupun Polri memang dalam satu tahun ini banyak juga melaksanakan tugas-tugas yang mungkin selama ini dianggap di luar tupoksi, tetapi sebagai tentara rakyat, sebagai polisi rakyat, kita merasa bahwa kehadiran TNI maupun Polri itu sangat membantu masyarakat juga,” ujarnya.
Soliditas dan Kepercayaan Publik Jadi Kunci Kekuatan
Prasetyo Hadi menambahkan bahwa Presiden Prabowo menekankan pentingnya persatuan dan soliditas internal TNI-Polri. Evaluasi kinerja dipandang sebagai bagian dari proses pembenahan institusi agar semakin profesional dan modern.
“Evaluasi, tadi kan bagian dari evaluasi. Untuk menjadi TNI yang kuat, yang profesional, yang maju itu kan bagian juga dari bentuk evaluasinya untuk terus bersatu, mengedepankan kepentingan bangsa dan negara, dan kepentingan masyarakat,” ujar Pras.
Menurut Presiden, kekuatan institusi keamanan tidak hanya diukur dari kemampuan personel atau peralatan, tetapi juga dari tingkat kepercayaan rakyat terhadap negara dan aparatnya.
Penekanan Stabilitas Keamanan dan Pertahanan Nasional
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian turut mengungkapkan arahan Presiden dalam Rapim tersebut. Tito mengatakan Prabowo memberikan penekanan pada upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban nasional di tengah dinamika geopolitik global.
“Tapi yang jelas tadi, dibuka oleh Bapak Presiden, pengarahan secara umum yang intinya beliau untuk menjaga situasi keamanan, ketertiban, juga pertahanan negara, geopolitik ya,” kata Tito.
Presiden juga menekankan pentingnya penguatan postur pertahanan nasional. Namun, menurut Tito, Prabowo mengingatkan bahwa kekuatan utama bangsa terletak pada kepercayaan rakyat terhadap negara.
“Ya intinya agar masing-masing memperkuat postur pertahanan dan juga ada hal yang sangat penting sekali disampaikan tadi bahwa kekuatan bangsa ini terletak pada trust rakyat ya, kepada negara,” ujarnya.
Tito kembali menegaskan pesan Presiden agar TNI benar-benar hadir sebagai tentara rakyat dan Polri sebagai polisi yang melayani rakyat.
“Artinya TNI yang didukung oleh rakyat, dicintai oleh rakyat, dan Polri yang didukung dan dicintai oleh rakyat juga, pasti akan kuat,” tandasnya.