Laporan Keuangan Perusahaan Jasa: Komponen, Cara Buat, & Contohnya

Jumat, 06 Februari 2026 | 15:17:59 WIB
laporan keuangan perusahaan jasa

Jakarta - Laporan keuangan perusahaan jasa pada prinsipnya memiliki struktur yang serupa dengan laporan keuangan di sektor lain. 

Meski demikian, ada sejumlah karakteristik khusus yang perlu dipahami agar penyusunan laporan tersebut benar-benar mencerminkan kondisi dan kebutuhan usaha jasa.

Perbedaan ini penting diperhatikan supaya pencatatan keuangan lebih akurat dan relevan. Tidak sedikit pula pelaku usaha maupun akuntan pemula di bidang jasa yang masih membutuhkan referensi sebagai panduan.

Oleh karena itu, pembahasan mengenai contoh dan penyusunan laporan ini diharapkan dapat membantu Anda memahami alurnya dengan lebih mudah, sekaligus menjadi acuan praktis dalam menyusun laporan keuangan perusahaan jasa.

Pengertian Perusahaan Jasa

Perusahaan jasa merupakan jenis usaha yang kegiatan utamanya berfokus pada pemberian layanan kepada konsumen atau klien. 

Aktivitas operasionalnya tidak berkaitan dengan pembuatan barang berwujud, melainkan pada penyediaan pelayanan tertentu sesuai kebutuhan pengguna jasa.

Hal yang membedakan perusahaan jasa dari perusahaan manufaktur terletak pada hasil akhirnya. 

Perusahaan jasa tidak menghasilkan produk fisik, tetapi menawarkan layanan yang bersumber dari pengetahuan, kemampuan, pengalaman, serta keahlian khusus yang dimiliki.

Contoh Perusahaan Jasa
Berikut beberapa jenis usaha yang termasuk dalam kategori perusahaan jasa:

  • Perusahaan konsultan manajemen yang menyediakan pendampingan dan saran profesional di bidang keuangan, pemasaran, sumber daya manusia, maupun teknologi informasi.
  • Kantor akuntansi dan audit yang menawarkan jasa pencatatan keuangan, penyusunan laporan, serta pemeriksaan dan verifikasi data keuangan klien.
  • Perusahaan jasa hukum yang melayani konsultasi hukum, pendampingan perkara, hingga layanan kenotariatan.
  • Maskapai penerbangan yang memberikan layanan transportasi udara bagi penumpang maupun pengiriman kargo.
  • Usaha perhotelan dan restoran yang menyediakan fasilitas penginapan serta layanan makanan dan minuman.
  • Perusahaan teknologi informasi yang bergerak di bidang pengembangan perangkat lunak, perawatan sistem, dan penyediaan solusi teknologi.
  • Perusahaan logistik yang menangani jasa distribusi, penyimpanan barang, serta pengelolaan rantai pasok untuk berbagai kebutuhan bisnis.

Dalam industri jasa, nilai utama terletak pada mutu pelayanan dan kompetensi yang diberikan kepada pelanggan. 

Oleh karena itu, perusahaan jasa perlu menaruh perhatian besar pada kualitas interaksi dan pengalaman pelanggan, serta membangun hubungan jangka panjang agar tingkat kepuasan dan kepercayaan tetap terjaga. 

Pengertian Laporan Keuangan Perusahaan Jasa

Mengacu pada Standar Akuntansi Keuangan (SAK), laporan keuangan merupakan sarana untuk menyajikan dan menjelaskan kondisi serta kinerja keuangan suatu perusahaan. 

Laporan ini memuat berbagai informasi penting yang menggambarkan aktivitas keuangan perusahaan dalam satu periode tertentu.

Secara umum, laporan keuangan Perusahaan Jasa mencakup beberapa bagian berikut:

  • Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, yang menampilkan hasil kinerja keuangan perusahaan selama periode berjalan.
  • Laporan perubahan ekuitas, yang menunjukkan pergerakan modal pemilik akibat laba, rugi, atau transaksi lainnya.
  • Laporan posisi keuangan atau neraca, yang menggambarkan kondisi aset, kewajiban, dan ekuitas perusahaan pada suatu tanggal tertentu.
  • Laporan arus kas, yang menyajikan aliran kas masuk dan keluar perusahaan.
  • Catatan atas laporan keuangan, yang berisi penjelasan rinci terkait angka-angka yang disajikan dalam laporan utama.
  • Informasi komparatif, yang memungkinkan perbandingan data keuangan antarperiode.

Dalam perusahaan jasa, akuntan menyusun laporan keuangan berdasarkan pencatatan seluruh aktivitas dan transaksi perusahaan yang berkaitan dengan keuangan selama satu periode akuntansi. 

Pencatatan ini dilakukan secara sistematis agar kondisi keuangan perusahaan dapat dipantau dengan jelas.

Adapun komponen utama yang wajib terdapat dalam laporan keuangan perusahaan jasa meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, serta laporan arus kas. 

Keempat laporan tersebut saling melengkapi dan memberikan gambaran menyeluruh mengenai kesehatan keuangan serta kinerja operasional perusahaan jasa.

Komponen Laporan Keuangan untuk Perusahaan Jasa

Dalam praktiknya, laporan keuangan pada perusahaan jasa umumnya tersusun atas empat elemen utama yang saling berkaitan, yaitu sebagai berikut:

1. Laporan Laba Rugi (Income Statement)
Laporan laba rugi berfungsi untuk menunjukkan kinerja keuangan perusahaan jasa dalam periode tertentu, biasanya satu tahun, dengan menampilkan besarnya pendapatan, beban, serta hasil akhir berupa laba atau rugi bersih.

Beberapa unsur penting yang terdapat di dalam laporan ini meliputi:

  • Pendapatan Usaha, yaitu seluruh penghasilan yang diperoleh dari pemberian jasa atau layanan kepada pelanggan.
  • Biaya Operasional, mencakup seluruh biaya yang berhubungan langsung dengan kegiatan operasional, seperti gaji karyawan, biaya bahan pendukung, biaya overhead, pemasaran, serta administrasi.
  • Laba Kotor, yang merupakan selisih antara pendapatan usaha dan biaya operasional.
  • Biaya Nonoperasional, yaitu pengeluaran yang tidak berhubungan langsung dengan aktivitas utama perusahaan, misalnya beban bunga pinjaman atau pajak.
  • Laba Bersih, yakni hasil akhir setelah seluruh pendapatan dan biaya diperhitungkan, baik keuntungan maupun kerugian.

2. Laporan Arus Kas (Statement of Cash Flows)
Laporan arus kas menggambarkan pergerakan kas masuk dan kas keluar perusahaan selama periode tertentu. 

Informasi ini penting untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam mengelola likuiditasnya.

Secara umum, laporan arus kas terbagi ke dalam tiga aktivitas utama, yaitu:

  • Aktivitas Operasional, yang menunjukkan arus kas dari kegiatan utama perusahaan jasa, seperti penerimaan pembayaran dari pelanggan dan pengeluaran untuk biaya operasional.
  • Aktivitas Investasi, yang berkaitan dengan transaksi pembelian atau penjualan aset jangka panjang, seperti peralatan atau properti.
  • Aktivitas Pendanaan, yang mencerminkan arus kas dari kegiatan pendanaan, misalnya penerimaan pinjaman, pelunasan utang, atau pembagian dividen.

3. Laporan Neraca (Balance Sheet)
Laporan neraca menyajikan posisi keuangan perusahaan jasa pada suatu tanggal tertentu. Laporan ini menunjukkan keseimbangan antara aset, kewajiban, dan ekuitas.
Komponen utama dalam neraca meliputi:

  • Aset, yaitu seluruh sumber daya ekonomi yang dimiliki perusahaan, seperti kas, piutang usaha, perlengkapan, hingga aset tetap.
  • Kewajiban, yang mencerminkan seluruh utang atau kewajiban finansial perusahaan, baik jangka pendek maupun jangka panjang, termasuk pajak terutang.
  • Ekuitas, yang menunjukkan hak pemilik atas perusahaan, terdiri dari modal yang disetor serta laba ditahan.

4. Laporan Perubahan Modal atau Ekuitas
Laporan ini menggambarkan perubahan posisi modal pemilik dari awal hingga akhir periode pelaporan. 

Dalam perusahaan jasa, laporan perubahan modal membantu menjelaskan bagaimana laba atau rugi, penambahan investasi, serta pembagian dividen memengaruhi ekuitas.
Bagian-bagian yang umumnya tercantum antara lain:

  • Modal Awal, yaitu jumlah modal pemilik pada awal periode sebelum terjadi perubahan.
  • Laba atau Rugi Bersih, yang menunjukkan hasil usaha perusahaan selama periode berjalan.
  • Investasi Pemilik, berupa tambahan modal yang disetorkan oleh pemilik.
  • Dividen, yakni bagian laba yang dibagikan kepada pemilik atau pemegang saham.
  • Perubahan Ekuitas Lainnya, seperti penyesuaian akibat kebijakan akuntansi atau perubahan nilai aset dan liabilitas tertentu.
  • Modal Akhir, yang merupakan posisi modal pada akhir periode setelah seluruh transaksi dan penyesuaian dicatat.

Dengan memahami struktur dan fungsi masing-masing laporan keuangan, Anda dapat menyesuaikan penyusunan serta penggunaannya sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik usaha yang dijalankan.

Cara Membuat Laporan Keuangan untuk Perusahaan Jasa

Sebelum membahas tahapan penyusunan laporan keuangan yang dikhususkan untuk perusahaan jasa, ada baiknya Anda memahami terlebih dahulu prinsip dasar penyusunan laporan keuangan secara umum agar proses pencatatan dapat dilakukan dengan tepat dan menyeluruh.

Pemahaman ini akan membantu menghasilkan laporan yang akurat dan mudah dianalisis. Berikut tahapan yang dapat diterapkan dalam menyusun laporan keuangan perusahaan jasa:

1. Menentukan Pendapatan dan Beban

  • Identifikasi sumber pendapatan utama yang diperoleh perusahaan jasa, misalnya dari layanan profesional, jasa konsultasi, atau pelayanan tertentu.
  • Catat seluruh beban operasional yang berkaitan langsung dengan aktivitas jasa, seperti gaji karyawan, biaya operasional kantor, biaya pemasaran, serta biaya pendukung lainnya.

2. Menyusun Laporan Laba Rugi

  • Masukkan seluruh pendapatan dan biaya operasional ke dalam laporan laba rugi.
  • Hitung laba kotor dengan mengurangkan total biaya operasional dari pendapatan yang diperoleh.
  • Sertakan pula beban di luar kegiatan utama, seperti pajak atau bunga, untuk mengetahui laba bersih perusahaan.

3. Menyusun Laporan Arus Kas

  • Catat arus kas dari aktivitas operasional, termasuk penerimaan pembayaran dari pelanggan dan pengeluaran untuk biaya operasional.
  • Rekam arus kas yang berasal dari aktivitas investasi, seperti pembelian maupun penjualan aset tetap.
  • Hitung arus kas dari aktivitas pendanaan, misalnya penerimaan pinjaman atau pembagian keuntungan kepada pemilik.

4. Menyusun Laporan Neraca

  • Sajikan posisi keuangan perusahaan yang terdiri dari aset, kewajiban, dan ekuitas pemilik.
  • Cantumkan aset yang dimiliki, seperti kas, piutang usaha, dan aset tetap.
  • Catat kewajiban perusahaan, baik utang jangka pendek maupun jangka panjang.
  • Hitung nilai ekuitas dengan menggabungkan modal awal dan laba yang ditahan.

5. Menyusun Laporan Perubahan Modal atau Ekuitas

  • Rekam modal awal, laba atau rugi bersih, tambahan investasi dari pemilik, pembagian dividen, serta penyesuaian lain yang memengaruhi ekuitas.
  • Tentukan saldo modal akhir setelah seluruh perubahan diperhitungkan.

6. Analisis dan Pemaknaan Laporan Keuangan

  • Lakukan evaluasi terhadap laporan keuangan untuk menilai kinerja perusahaan.
  • Amati tren dan pola keuangan yang muncul sebagai bahan pertimbangan strategi bisnis.
  • Manfaatkan hasil analisis laporan keuangan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan manajerial.

Perlu dipahami bahwa tahapan di atas merupakan metode pencatatan laporan keuangan untuk perusahaan jasa, yang memiliki perbedaan tertentu jika dibandingkan dengan perusahaan dagang. 

Dengan mengikuti langkah-langkah ini secara sistematis, laporan keuangan perusahaan jasa dapat tersusun dengan lebih rapi dan informatif.

Contoh Laporan Keuangan di Perusahaan Jasa

Berikut 3 contoh laporan keuangan di perusahaan jasa yang disajikan secara sederhana agar mudah dipahami:

1. Laporan Laba Rugi Perusahaan Jasa

PT Solusi Jasa Mandiri
Periode: Januari–Desember 2025

Keterangan

Jumlah (Rp)

Pendapatan Jasa150.000.000
Beban Operasional 
Gaji Karyawan60.000.000
Biaya Sewa20.000.000
Biaya Listrik & Internet10.000.000
Biaya Lain-lain5.000.000
Total Beban95.000.000
Laba Bersih55.000.000

2. Laporan Arus Kas Perusahaan Jasa

PT Solusi Jasa Mandiri
Periode: Januari–Desember 2025

Aktivitas

Jumlah (Rp)

Arus Kas dari Operasional 
Penerimaan dari Pelanggan145.000.000
Pembayaran Beban Operasional(90.000.000)
Kas Bersih Operasional55.000.000
Arus Kas dari Investasi 
Pembelian Peralatan(15.000.000)
Arus Kas dari Pendanaan 
Setoran Modal Pemilik10.000.000
Kenaikan Bersih Kas50.000.000

3. Laporan Neraca Perusahaan Jasa

PT Solusi Jasa Mandiri
Per 31 Desember 2025

Aset

Aset

Jumlah (Rp)

Kas50.000.000
Piutang Usaha20.000.000
Peralatan30.000.000
Total Aset100.000.000

Kewajiban dan Ekuitas

Keterangan

Jumlah (Rp)

Kewajiban 
Utang Usaha25.000.000
Ekuitas 
Modal Pemilik20.000.000
Laba Ditahan55.000.000
Total Ekuitas75.000.000
Total Kewajiban & Ekuitas100.000.000

Sebagai penutup, memahami dan menyusun laporan keuangan perusahaan jasa secara tepat membantu bisnis memantau kinerja, menjaga arus kas, dan mengambil keputusan yang lebih akurat.

Terkini