Potensi Transaksi Ekspor SMAR & Mayora ke Cili Capai US$104 Ribu

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:03:32 WIB
Grup Sinar Mas melalui PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (SMAR) bersama PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) menjajaki prospek memperluas pasar pengiriman komoditas minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) serta Kopiko menuju Cili. (Foto: NET)

JAKARTA - Grup Sinar Mas melalui PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (SMAR) bersama PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) menjajaki prospek memperluas pasar pengiriman komoditas minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) serta Kopiko menuju Cili. 

Adapun, upaya bisnis tersebut difasilitasi lewat Kementerian Perdagangan dengan mengantongi potensi transaksi senilai US$104.000 atau setara kisaran Rp1,87 miliar.

Potensi transaksi terbesar bersumber dari lini komoditas minyak kelapa sawit beserta produk turunannya milik PT SMART Tbk. yang menembus angka US$46.000 bersama Grupo MTG. 

Sementara itu, PT Mayora Indah Tbk. bersama pihak Daerim Cili mencatatkan potensi transaksi sebesar US$28.000 melalui produk permen Kopiko. Sisa nominal tersebut berasal dari lini produk popok dewasa milik PT Rejeki Putra Putri Eliman senilai US$30.000 bersama pihak E-Cibo SpA.

International Business Manager SMAR, Prudence Hardipura mengemukakan bahwa kolaborasi bersama Grupo MTG turut diantisipasi mampu membuka jalur akses menuju bursa perdagangan Amerika Latin melalui pemanfaatan jaringan distribusi korporasi tersebut.

"Peluang tersebut menjadi pintu untuk menghidupkan kembali ekspor minyak kelapa sawit ke Cili yang sempat terhenti,"

ujar Prudence dalam keterangan tertulisnya, Senin (3/8/2026).

Sementara itu, Marketing Export Manager PT Mayora Indah Tbk., Praisey Jonathan menangkap celah kesempatan guna memperluas sebaran distribusi Kopiko pada kawasan terikat.

"Calon buyer merupakan pemasok bagi jaringan supermarket besar di Cili yang juga beroperasi di sejumlah negara Amerika Latin,"

ucapnya.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi menyatakan bahwa kegiatan business matching berperan sebagai instrumen strategi guna mempertemukan langsung para eksportir tanah air bersama calon mitra pembeli potensial di mancanegara, sekaligus menggenjot ekspansi pasar nonmigas.

“Business matching menjadi salah satu strategi penting untuk mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon pembeli potensial di luar negeri sekaligus membuka peluang ekspor nonmigas ke pasar global. Kami terus mendorong pelaku usaha untuk mengikuti business matching dan menjadi eksportir,” jelasnya.

Wakil Kepala Kantor Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Santiago, Tesa Listva Kusumawardani menginformasikan bahwa rangkaian kegiatan business matching tersebut terlaksana secara virtual kurun waktu tanggal 23 hingga 30 Juni 2026. 

Menurut pandangannya, segenap transaksi yang terdata masih berwujud tahapan pembelian perdana guna menguji aspek mutu produk, tingkat harga, daya dukung pasok, serta respon pasar sebelum eskalasi volume pembelian dinaikkan.

“Rencana pembelian awal dari masing-masing buyer akan menjadi tahap evaluasi terhadap kualitas produk, harga, kapasitas pasok, serta respons pasar sebelum meningkatkan volume pembelian pada tahap berikutnya,” tuturnya.

Tesa menaruh harapan besar agar antusiasme para pembeli di Cili terhadap produk-produk asal Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan, mulai dari sektor makanan olahan, komponen bahan baku industri pangan, hingga lini produk perawatan personal (personal care). 

Pihak ITPC Santiago berkomitmen senantiasa mengawal lini komunikasi di antara para eksportir dan pihak pembeli supaya proyeksi potensi transaksi itu lekas terealisasikan secara nyata.

Pihak Kementerian Perdagangan pun bakal mengoptimalkan perhelatan ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 serta agenda Indonesia–Latin America and the Caribbean Business Mission (INALAC) 2026 pada Oktober mendatang demi memperlebar cakupan peluang ekspor Indonesia menuju pangsa Cili serta kawasan regional Amerika Latin.

Merujuk pada catatan data Kementerian Perdagangan, sepanjang rentang Januari hingga Mei 2026, nilai total perputaran perdagangan antara Indonesia dan Cili menyentuh angka US$226,20 juta atau mengalami kenaikan sebesar 1,02% tatkala dikomparasikan dengan kurun waktu serupa pada tahun sebelumnya.

Besaran nilai ekspor Indonesia ke Cili tercatat mencapai US$179,10 juta, sedangkan nilai impor yang masuk dari Cili berada di angka US$47,10 juta. Sepanjang kurun waktu penuh tahun 2025, total volume perdagangan bilateral kedua negara sukses menembus US$535,50 juta. 

Indonesia sendiri membukukan surplus neraca dagang senilai US$347,50 juta yang disokong perolehan angka ekspor sebesar US$441,50 juta serta nilai impor senilai US$94 juta.

Adapun komoditas utama yang mendominasi pengapalan ekspor Indonesia ke Cili mencakup produk kendaraan bermotor beserta suku cadangnya, alas kaki, komoditas pupuk, mesin-mesin mekanik, serta produk kertas beserta karton.

Tags

Terkini

Barcelona Tunggu Tawaran PSG untuk Torres, Incar Rp 1 T

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:39:32 WIB

Xabi Alonso Lupakan Masa Lalu, Fokus Latih Chelsea

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:36:31 WIB

Jadwal MotoGP Inggris 2026 dan Klasemen Terbaru Pekan Ini

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:34:32 WIB

Waspadai 7 Tanda Kampas Kopling Mobil Habis dan Biayanya

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:30:02 WIB

Persib Siap Hadapi Persija di Semifinal Piala Presiden 2026

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:28:31 WIB