Keuntungan FIFA Forward Enterprise yang Didukung Erick Thohir

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:06:02 WIB
Alasan Erick Thohir Dukung Ide FIFA Forward Enterprise Gianni Infantino [FOTO: NET].

JAKARTA - Ketua Umum PSSI Erick Thohir dikabarkan memberikan dukungan penuh terhadap gagasan proyek yang diinisiasi oleh Presiden FIFA Gianni Infantino untuk melepaskan sebagian kepemilikan hak komersial ajang Piala Dunia. FIFA sendiri merencanakan untuk menjual saham kepada kalangan investor swasta dengan estimasi nilai valuasi yang menembus angka 20 miliar dolar AS atau setara dengan kisaran Rp360 triliun.

Nantinya, pihak FIFA bakal mendirikan sebuah badan baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE) yang bertugas mengelola keseluruhan hak komersial turnamen, meliputi hak siar televisi, sponsor korporat, penjualan tiket, hingga lini lisensi resmi.

Penerapan skema bisnis ini diproyeksikan mampu mendongkrak akumulasi dana pengembangan sepak bola global hingga melampaui angka 10 miliar dolar AS (atau sekitar Rp180 triliun) dalam kurun waktu empat tahun ke depan.

Sebagai langkah lanjutan, FIFA bahkan telah mendistribusikan surat resmi kepada total 211 asosiasi anggota mereka di seluruh dunia. Kendati demikian, sebanyak 96 anggota asosiasi FIFA yang berasal dari konfederasi regional UEFA dan CONCACAF justru secara terbuka menyatakan sikap menolak wacana kontroversial tersebut.

Guna merealisasikan pembentukan badan FFE, pihak FIFA mutlak memerlukan dukungan suara mayoritas, atau minimal mengantongi 106 suara sah dari keseluruhan 211 total anggota yang ada.

Keuntungan FIFA Forward Enterprise

Apabila rencana besar ini nantinya berhasil disetujui, pihak FIFA membeberkan sejumlah poin keuntungan finansial yang bakal diperoleh guna mendukung akselerasi pengembangan sepak bola seiring berjalannya program tersebut.

"(i) Dana opsional sebesar USD 20 juta per MA dalam bentuk pendanaan luar biasa dan segera untuk proyek-proyek khusus dari Program FIFA Fast Forward (FFFP) yang baru, (ii) Dana sebesar USD 20 juta per MA dalam bentuk pendanaan Forward untuk tahun 2027-2030 (saat ini dianggarkan sebesar USD 8 juta), (iii) Dana sebesar USD 22 juta per MA dalam bentuk pendanaan Forward untuk tahun 2031-2034, dan (iv) Dana sebesar USD 24 juta per MA dalam bentuk pendanaan Forward untuk tahun 2035-2038," tulis FIFA.

Agenda penataan ulang program FIFA Forward ini diarahkan agar inisiatif pengembangan unggulan FIFA sanggup menaikkan alokasi dana per Asosiasi Anggota FIFA (MA) dari yang mulanya senilai 8 juta dolar AS melonjak menjadi 20 juta dolar AS untuk rentang periode 2027-2030, dan akan terus mengalami eskalasi secara bertahap dari satu siklus ke siklus berikutnya.

Kucuran dana segar ini nantinya diproyeksikan untuk menopang sektor pembangunan infrastruktur, program pelatihan, pembinaan tim nasional, penyelenggaraan kompetisi, pengembangan sepak bola akar rumput (grassroots), hingga sektor sepak bola wanita.

Walau demikian, pihak FIFA belum mengambil keputusan final ihwal kelanjutan pembentukan proyek strategis tersebut mengingat mereka masih menanti lampu hijau berupa persetujuan resmi dari para anggotanya.

Apabila dukungan suara yang berhasil dikumpulkan ternyata tidak mencukupi kuota minimal, maka FFE dipastikan batal dibentuk dan seluruh aktivitas komersial FIFA akan tetap berjalan normal seperti sediakala.

“Sesuai dengan proses demokrasi FIFA, administrasi FIFA hanya akan meluncurkan struktur baru ini jika mayoritas MA memutuskan untuk mendukungnya, serta persetujuan atas pembaruan peraturan yang diperlukan oleh Dewan FIFA,” sambung pernyataan FIFA.

Transformasi Sepak Bola Indonesia Butuh Pendanaan

Deretan pertimbangan rasional inilah yang kemudian melatarbelakangi langkah Erick Thohir untuk menjatuhkan pilihan dukungan penuh kepada program FFE. Erick menerangkan bahwa proyek mercusuar tersebut menyimpan potensi besar dalam menghasilkan pundi-pundi pendanaan yang amat dibutuhkan oleh negara-negara berkembang demi mengatrol mutu sepak bola di wilayah mereka.

"Sepak bola Indonesia telah bertransformasi dalam tiga tahun terakhir. Kami telah melakukan pembenahan," kata Erick pada Jumat (31/7/2026) pagi WIB.

"Peringkat tim nasional naik dari 174 ke 118. Untuk melanjutkan transformasi ini, kami membutuhkan pendanaan."

Lebih lanjut, ia menilai bahwa konsep pemikiran yang ditawarkan tersebut bukanlah sebuah terobosan baru yang asing, sebab model skema serupa sejatinya sudah lazim diterapkan di dalam pengelolaan berbagai kompetisi domestik sepak bola di pelbagai negara.

Kendati demikian, Erick secara tegas menggarisbawahi bahwa realisasi pembentukan proyek ini tetap sepenuhnya bergantung pada hasil akhir persetujuan 211 asosiasi anggota FIFA melalui mekanisme pemungutan suara yang demokratis.

Terkini

Concacaf Tolak Proposal Baru FIFA Terkait FFE

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 04:23:01 WIB

Caroline Dubois Gabung Tim Manny Robles Untuk Babak Baru

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 04:18:31 WIB

PSS Sleman Siap Hadapi Jadwal Padat Musim 2026/2027

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 04:17:01 WIB