Teddy dan Arsjad Bahas Hilirisasi Nikel & Kendaraan Listrik

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:22:01 WIB
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyambut kedatangan pengusaha Arsjad Rasjid guna membicarakan berbagai isu strategis mengenai penguatan industri di Tanah Air dan upaya percepatan transisi energi. (Foto: NET)

JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyambut kedatangan pengusaha Arsjad Rasjid guna membicarakan berbagai isu strategis mengenai penguatan industri di Tanah Air dan upaya percepatan transisi energi.

Kabar ini diumumkan lewat siaran pers tertulis yang dipublikasikan oleh akun Instagram @sekretariat.kabinet pada hari Jumat (31/7/2026).

"Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, termasuk perkembangan industri motor listrik yang telah dirintis Arsjad sejak 2022," tulis Teddy.

Dialog antara Teddy dan Arsjad turut menyinggung perkuatan sektor industri bahan baku untuk kendaraan listrik. Hal ini sangat sejalan dengan status Indonesia yang dikenal luas memiliki cadangan nikel melimpah.

"Pembahasan juga menyoroti besarnya potensi hilirisasi nikel sebagai bahan baku utama baterai kendaraan listrik yang dapat meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri kendaraan listrik global," demikian kutipan keterangan tersebut.

Selanjutnya, kedua tokoh ini menegaskan betapa esensialnya kerja sama antara pihak pemerintah dan sektor swasta demi mempercepat langkah menuju penggunaan energi yang lebih bersih.

Kerja sama komprehensif ini diproyeksikan mampu memacu arus investasi di berbagai sektor strategis, sekaligus menaikkan daya saing industri dalam negeri sebagai pilar utama bagi laju perekonomian yang berkesinambungan.

"Selain itu, keduanya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan dunia usaha untuk mempercepat transisi menuju energi bersih, mendorong investasi pada sektor-sektor strategis, serta memperkuat daya saing industri nasional sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan," tulis Teddy.

Terkini