Presiden Prabowo Dorong Peningkatan Investasi Perkeretaapian Nasional

Jumat, 31 Juli 2026 | 20:12:32 WIB
Prabowo Minta Investasi Sektor Perkeretaapian Ditingkatkan [FOTO: NET].

JAKARTA - Kepala Negara Republik Indonesia Prabowo Subianto menginstruksikan pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) beserta segenap pemangku kepentingan terkait agar mendongkrak besaran nilai investasi di bidang perkeretaapian, khususnya guna mengoptimalkan jaminan faktor keselamatan pada area perlintasan sebidang jalur rel. 

Menurut pandangannya, modernisasi sistem transportasi publik mutlak diprioritaskan untuk melayani kepentingan masyarakat luas secara nyata, bukan sekadar mengejar kemajuan aspek teknologi semata.

Poin penting tersebut disampaikan oleh Prabowo tatkala meresmikan tuntasnya proyek revitalisasi Stasiun Semarang Tawang bertempat di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, pada hari Kamis (30/7/2026).

Presiden menegaskan secara tegas bahwa pembangunan berbagai infrastruktur transportasi wajib senantiasa berorientasi penuh pada pelayanan optimal kepada publik.

"Ya, kami mengejar modernisasi, kami mengejar teknologi, tapi ingat teknologi, semua sarana adalah untuk melayani rakyat," ujar Prabowo.

Lebih lanjut, ia menitipkan amanat khusus kepada jajaran manajemen PT KAI supaya terus memperkuat alokasi investasi di sektor perkeretaapian, termasuk melakukan pembenahan sistem pengamanan pada ribuan titik perlintasan sebidang rel kereta api yang dinilai masih membutuhkan penyempurnaan fasilitas sarana pendukung.

"Hal ini saya titip pesan benar-benar sama Kereta Api Indonesia, kami harus investasi lebih banyak di bidang kereta api. Semua lintasan-lintasan kereta api saya dengar yang masih ada ribuan harus dibikin pintu-pintu yang baik, pintu-pintu yang otomatis mungkin, sehingga tidak terjadi kecelakaan di mana-mana," katanya.

Peningkatan faktor keselamatan di titik-titik perlintasan sebidang masih menjadi salah satu pekerjaan rumah terbesar dalam tantangan dunia perkeretaapian nasional. Merujuk pada rekapitulasi data dari Kementerian Perhubungan, wilayah Indonesia hingga saat ini masih mencatatkan keberadaan ribuan titik perlintasan sebidang, baik kategori yang dijaga petugas maupun yang sama sekali tidak terjaga.

Pemerintah selama beberapa tahun terakhir secara konsisten terus mendorong pelaksanaan program penutupan perlintasan liar, pembangunan infrastruktur perlintasan tidak sebidang flyover atau underpass, serta pemasangan palang pintu otomatis guna menekan angka insiden kecelakaan lalu lintas.

Selain menyoroti pembenahan sektor perkeretaapian, Prabowo turut menggarisbawahi urgensi pengembangan industri pariwisata sebagai motor penggerak utama roda perekonomian nasional. Menurut kalkulasinya, ketersediaan sarana transportasi yang berkualitas, termasuk layanan moda kereta api, diyakini mampu memperkuat konektivitas antardestinasi wisata sekaligus mendongkrak tingkat perputaran ekonomi di tengah masyarakat.

"Saya juga ingatkan bahwa untuk menggerakkan ekonomi untuk seluruh rakyat kami, pariwisata itu sangat penting. Pariwisata itu menghasilkan devisa, pariwisata menggerakkan ekonomi," ujarnya.

Prabowo memaparkan bahwa dampak ekonomis dari kehadiran arus kunjungan wisatawan tidak semata dinikmati oleh para pelaku usaha di sektor pariwisata saja, melainkan merembes luas ke berbagai sektor bidang lainnya melalui efek berganda (multiplier effect).

"Satu wisatawan asing datang ke negara kami, minum secangkir kopi, petani kopi hidup. Mereka yang terlibat dalam mengolah kopi hidup. Mereka yang terlibat dalam logistik mengambil kopi dari kebun ke kota, ke pabrik, mereka yang membungkus kopi, dan akhirnya mereka yang menjual kopi di restoran, di kafe, di hotel, mata rantainya banyak," katanya.

Bagi sang Kepala Negara, kehadiran seorang pelancong yang berkunjung ke Indonesia mampu menghidupkan sumber mata pencaharian bagi banyak orang sekaligus.

"Satu wisatawan mungkin bisa menghidupkan 10, 15 rakyat kami," ujarnya.

Pernyataan tersebut dikemukakan seusai Prabowo meresmikan rampungnya tahap pertama proyek revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, yakni bangunan cagar budaya bersejarah yang telah berdiri kokoh sejak tahun 1914 silam. Di dalam rangkaian kunjungan kerja yang serupa, Presiden juga sempat menjajal langsung kenyamanan perjalanan menggunakan rangkaian Kereta Api Nusantara Explorer menuju Kabupaten Batang serta menghadiri agenda penyerahan akad massal 62.000 unit KPR subsidi FLPP.

Arah kebijakan strategis yang dicanangkan Presiden ini selaras dengan komitmen pemerintah dalam memperkuat konektivitas wilayah antardaerah lewat pengembangan transportasi berbasis rel, sekaligus memacu sektor pariwisata sebagai salah satu sumber utama pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Sebelumnya, Prabowo sempat membeberkan rencana besar terkait pembangunan jaringan infrastruktur Trans Sumatra dan Trans Kalimantan demi memperluas aksesibilitas mobilitas transportasi, menekan tingginya biaya logistik, serta merintis tumbuhnya pusat-pusat kegiatan ekonomi baru di berbagai penjuru wilayah nusantara.

Terkini