BNPB Intensifkan Penanganan Karhutla di Kalteng

Jumat, 31 Juli 2026 | 17:36:01 WIB
Kepala BNPB Suharyanto. (Foto: NET)

JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meningkatkan koordinasi antarlembaga demi menjamin penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, dapat berjalan secara efisien dan terintegrasi.

Kepala BNPB Suharyanto lewat keterangan resminya di Jakarta pada hari Jumat menyampaikan bahwa peningkatan kerja sama ini dijalankan sebagai tindakan pencegahan guna meredam eskalasi dampak karhutla yang telah membakar ribuan hektare lahan di daerah tersebut.

Berdasarkan laporan mutakhir, total area yang terdampak musibah kebakaran di Provinsi Kalimantan Tengah tercatat menyentuh angka 3.069,52 hektare. 

Situasi ini menempatkan Kalimantan Tengah sebagai salah satu wilayah fokus utama penanggulangan, mengingat mayoritas zonanya terdiri atas ekosistem gambut yang mempunyai kerentanan tinggi terhadap api.

Suharyanto mengemukakan bahwa gerak cepat penanggulangan karhutla ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto agar seluruh jajaran kementerian, instansi, TNI, Polri, serta pemda bertindak selaras berdasarkan fungsi masing-masing.

"BNPB yang diamanatkan memegang komando saat tanggap dan siaga darurat turun langsung untuk memastikan penanganan karhutla di Kalimantan Tengah berjalan optimal," ujar Suharyanto.

Upaya akselerasi ini turut dipersiapkan guna mengantisipasi ancaman puncak fenomena El Nino yang diprediksikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan terjadi pada rentang bulan Agustus hingga September 2026.

Menyikapi eskalasi kemunculan titik panas, Kepala BNPB menyoroti esensialnya peningkatan efektivitas operasi terpadu yang melibatkan satuan tugas darat maupun udara.

Di samping aksi penanggulangan langsung, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) akan ditingkatkan melalui penambahan armada pesawat demi mengoptimalkan proses pembuatan hujan buatan.

Saat ini, fasilitas dukungan operasional Satgas Udara di Kalimantan Tengah mencakup dua unit helikopter pemantau, tiga unit helikopter waterbombing, serta satu unit pesawat caravan yang disiagakan untuk keperluan OMC.

Berdasarkan keterangan yang ada, peluang pertumbuhan awan hujan yang masih terpantau di kawasan tersebut akan dimanfaatkan secara optimal sebelum periode puncak musim kemarau tiba.

Sejumlah titik rawan yang menjadi fokus utama pemadaman pada saat ini meliputi kawasan Desa Tumbang Nusa di Kabupaten Pulang Pisau, serta Kelurahan Kameloh Baru yang terletak di Kota Palangka Raya.

Optimalisasi penanggulangan ini selaras dengan pemberlakuan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla yang sudah resmi ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Kalteng terhitung sejak tanggal 26 Mei hingga 31 Oktober 2026.

Terkini