Penyebab Susah Termotivasi Versi Pakar

Kamis, 30 Juli 2026 | 02:19:31 WIB
Ilustrasi - Hilangnya dorongan semangat. (Foto: NET)

JAKARTA – Pernahkah Anda mendapati diri memiliki beragam rencana, tetapi kesulitan mengawali satu pun? Atau mungkin sudah merancang daftar pekerjaan, namun pada akhirnya hanya menundanya sampai hari esok? 

Psikoterapis Verywell Mind, Amy Morin, LCSW, memaparkan bahwa mengenali akar hilangnya dorongan semangat adalah tahapan awal dalam mengatasinya.

Menurutnya, minimnya dorongan mental tersebut kerap kali muncul sebagai indikasi dari persoalan lain yang jauh lebih dalam, alih-alih menjadi masalah utamanya. 

"Terkadang, tidak adanya motivasi adalah masalahnya. Namun di lain waktu, hal itu hanyalah gejala dari masalah yang lebih besar," tulis Morin dalam Verywell Mind, dikutip Kamis (30/7/2026). 

Lantas, apa saja hal yang memicu seseorang mengalami hambatan dalam menumbuhkan semangat?

Pemicu utama seseorang mengalami kendala dalam menumbuhkan semangat meliputi:

Berupaya menghindari rasa tidak nyaman Sebagai ilustrasi, seseorang kerap enggan merampungkan tugas karena diliputi rasa bosan, frustrasi, atau kewalahan. 

Dampaknya, otak justru menjatuhkan pilihan pada kegiatan yang menyuguhkan kesenangan instan, contohnya berselancar di media sosial atau menonton video. Menurut Morin, kecenderungan lari dari rasa tidak nyaman ini berpotensi memicu penundaan pekerjaan secara terus-menerus sehingga semangat beraktivitas kian merosot.

Krisis keyakinan diri Ragu terhadap kapasitas diri sendiri turut menjadi pemicu seseorang mengalami hambatan dalam mengambil langkah perdana. 

Morin menganjurkan agar setiap individu mulai menentang pola pikir pesimistis tersebut dengan mencari fakta nyata yang membuktikan bahwa dirinya sebenarnya sanggup menuntaskan tugas di depan mata.

Beban tugas yang berlebihan Jadwal harian yang padat, tumpukan pekerjaan, serta ragam tanggung jawab yang datang bersamaan sanggup menciptakan sensasi kewalahan (overwhelmed). 

Tatkala seluruh tugas menuntut penyelesaian mendesak, seseorang justru menjumpai hambatan dalam menentukan skala prioritas. Situasi ini berpotensi menguras energi mental dan meredupkan semangat secara perlahan.

Kurangnya komitmen murni terhadap tujuan Terkadang, ada kalanya seseorang menetapkan target semata-mata demi mengikuti tren, desakan lingkungan, atau pemenuhan ekspektasi pihak lain. 

Apabila target tersebut hampa makna secara personal, dorongan semangat biasanya akan gampang menguap tatkala berbenturan dengan rintangan.

Sifat perfeksionisme Sifat perfeksionisme sering kali tampak sebagai karakter positif. Kendati demikian, di balik itu semua, hasrat untuk selalu menelurkan karya yang sempurna justru berisiko membuat seseorang ragu untuk mulai bergerak. 

Morin menerangkan bahwa individu perfeksionis umumnya dihinggapi ketakutan kalau hasil kerja mereka melenceng dari ekspektasi. Akibatnya, tugas terus ditunda hingga akhirnya urung dikerjakan secara nyata.

Kekhawatiran terhadap penilaian orang lain Rasa cemas berlebihan atas evaluasi orang lain juga mampu merintangi timbulnya dorongan semangat. 

Seseorang boleh jadi mempunyai gagasan atau kecakapan yang mumpuni, tetapi menjatuhkan pilihan untuk berdiam diri lantaran cemas dicap gagal, dikecam, atau dinilai kurang kompeten. 

Ketakutan semacam ini terbukti mampu mengikis keberanian demi menjajal hal-hal anyar maupun menyongsong peluang yang sebenarnya penuh manfaat.

Hasrat konstan menyenangkan semua pihak Keinginan kuat guna terus memenuhi ekspektasi khalayak luas atau people pleasing terbukti sanggup menguras energi. 

Ketika perhatian terlampau tersita untuk membahagiakan orang lain, seseorang kerap kali mengabaikan kebutuhan serta target pribadinya. Seiring berjalannya waktu, semangat guna menggapai hal yang benar-benar diidamkan pun mengalami penurunan.

Panduan memulihkan dorongan semangat Kendati hilangnya semangat merupakan fenomena yang lumrah dialami oleh setiap orang, terdapat sejumlah langkah praktis yang terbukti ampuh membantunya bangkit kembali. 

Mulailah bertindak kendati belum merasakan dorongan semangat, lawan seluruh pikiran negatif, bersikaplah jauh lebih ramah terhadap diri sendiri, awali pekerjaan dalam durasi 10 menit pertama, luangkan waktu berjalan di area terbuka hijau, susun kembali daftar tugas, jaga kondisi kesehatan fisik secara optimal, serta berikan apresiasi kepada diri sendiri.

Melalui pemahaman mendalam atas akar persoalannya serta keberanian memulai langkah-langkah kecil, seseorang berpeluang memulihkan semangatnya secara bertahap. 

Meskipun demikian, apabila kondisi tersebut menetap dalam durasi panjang dan mulai mengganggu rutinitas harian, mohon agar tidak ragu menjangkau bantuan tenaga profesional demi memperoleh penanganan yang presisi.

Terkini