ASDP Terapkan Buka Tutup Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk

Kamis, 30 Juli 2026 | 00:58:31 WIB
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). (Foto: NET)

JAKARTA — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur menerapkan sistem buka tutup operasional penyeberangan Ketapang-Gilimanuk akibat kondisi cuaca gelombang tinggi serta angin di Selat Bali yang masih menunjukkan fluktuasi.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Arief Eko Kurniansjah di Banyuwangi, Kamis, mengutarakan bahwa penyesuaian operasional di lintasan Ketapang-Gilimanuk tersebut adalah bagian dari langkah mitigasi risiko demi memastikan seluruh pelayaran berjalan sesuai standar.

"Operasional penyeberangan hingga kini masih sangat bergantung pada perkembangan cuaca maritim, dan perubahan kecepatan angin dan tinggi gelombang yang terjadi sewaktu-waktu menyebabkan layanan dibuka dan ditutup secara situasional berdasarkan hasil pemantauan di lapangan dan rekomendasi otoritas," katanya.

Pada Rabu (29/7), lanjut Arief, operasional di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk sempat mengalami penundaan sementara sebelum akhirnya dibuka kembali tatkala situasi cuaca dianggap memenuhi ketentuan keselamatan.

Beliau menegaskan bahwa faktor keselamatan senantiasa menjadi prioritas utama pada setiap pelayanan penyeberangan, serta penyesuaian operasional dijalankan semata-mata sebagai upaya mitigasi risiko ketika kecepatan angin ataupun tinggi gelombang belum mencapai standar keselamatan pelayaran.

"Begitu kondisi membaik, dan dinyatakan aman oleh otoritas, layanan penyeberangan akan kembali dioperasikan secara bertahap," kata Arief.

Arief memaparkan bahwa sampai detik ini situasi antrean kendaraan pada sisi Pelabuhan Ketapang masih terpantau relatif terkendali, sementara zona penyangga di kawasan Bulusan mulai terisi, sehingga kepadatan tampak pada akses menuju pelabuhan.

"Namun belum terjadi antrean panjang di dalam kawasan pelabuhan, sedangkan di sisi Pelabuhan Gilimanuk, antrean kendaraan masih berada di area manuver pelabuhan," ujarnya.

Arief menambahkan, ASDP terus mempererat koordinasi bersama BMKG, KSOP Kelas III Tanjung Wangi, Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan BPTD Kelas II Jawa Timur, beserta jajaran kepolisian guna menekan dampak bagi pengguna jasa, di samping mengoptimalkan zona penyangga di Bulusan sebagai tempat penampungan sementara kendaraan khususnya armada logistik.

"Kami dari ASDP juga menyiapkan armada tambahan untuk mempercepat penguraian antrean segera setelah kondisi cuaca kembali kondusif dan pelayaran dinyatakan aman," tuturnya.

Terkini