Strategi Bank BJB Genjot Laba Bersih Semester I-2026

Kamis, 30 Juli 2026 | 23:40:32 WIB
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb). (Foto: NET)

JAKARTA – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) mencetak laba bersih sebesar Rp783 miliar pada semester pertama tahun 2026, yang mengalami lonjakan 58,8% secara tahunan (year on year/YoY).

Corporate Secretary bank bjb Irwan Riswandi mengemukakan bahwa kenaikan laba tersebut mencerminkan capaian strategi perseroan dalam membenahi struktur aset beserta liabilitas, menekan biaya dana, sekaligus memperkokoh sinergi bisnis pada level grup.

"Seluruh upaya tersebut mendorong laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp783 miliar atau tumbuh 58,8% secara year on year," tutur Irwan melalui keterangan resmi pada hari Kamis (30/7/2026).

Sepanjang semester I-2026, perolehan pendapatan bunga bersih bank bjb bertambah lebih dari 9,1% YoY. Di samping itu, fee based income menyentuh angka Rp1,1 triliun.

Pada ranah efisiensi, pihak perseroan sukses memangkas beban operasional hingga kisaran 5,4%, sehingga mendongkrak laba operasional sebelum cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) melesat melebihi 34,2% apabila dibandingkan periode serupa tahun sebelumnya.

Bergeser ke sektor intermediasi, bank bjb merealisasikan distribusi kredit dan pembiayaan secara konsolidasi sejumlah Rp140,4 triliun hingga bulan Juni 2026. 

Portofolio tersebut mencakup kredit bank induk sebesar Rp111,1 triliun serta kontribusi dari perusahaan anak sebanyak Rp29,3 triliun.

Sektor konsumer masih menduduki posisi sebagai penopang utama bisnis kredit dengan outstanding menembus Rp74,2 triliun, atau mencakup sekitar 66,8% dari total kredit bank induk. 

Di samping itu, perseroan tetap menjaga mutu aset pada sektor tersebut dengan rasio kredit bermasalah (NPL) di angka 0,56%.

Selain mempertahankan dominasi kredit konsumer, bank bjb pun konsisten memperluas pembiayaan nonkonsumer, utamanya lewat kemitraan bersama pihak pemerintah daerah. 

Perseroan memandang bahwa kebutuhan pembiayaan pemerintah daerah diprediksikan masih terus menanjak seiring kelanjutan bermacam proyek pembangunan serta pelayanan publik.

Dari sektor pendanaan, himpunan dana pihak ketiga (DPK) konsolidasi mencapai Rp160,9 triliun sampai penghujung Juni 2026. Perseroan terus menggenjot pertumbuhan dana murah (CASA) lewat jalur kerja sama payroll, optimalisasi transaksi nasabah, serta penguatan mutu layanan digital.

Sementara itu, proses transformasi digital terus bergulir. Lewat platform aplikasi DIGI bank bjb, aktivitas pembukaan rekening secara digital kini menyentuh kisaran 12.000 rekening baru setiap bulannya, yang diharapkan mampu memperluas pangsa nasabah sekaligus memperkokoh penghimpunan dana murah.

Adapun secara konsolidasi, akumulasi total aset Grup bjb menyentuh Rp228,2 triliun pada semester I-2026. Perusahaan anak memberikan andil aset senilai Rp44,2 triliun, atau setara dengan kisaran 19,4% dari keseluruhan aset grup.

Memasuki semester II-2026, bank bjb dipastikan tetap memusatkan perhatian pada penguatan dana murah, optimalisasi lini bisnis payroll, pengembangan pembiayaan yang bertumpu pada ekosistem pemerintah daerah, serta percepatan transformasi digital guna mempertahankan tren ekspansi bisnis.

Terkini