JAKARTA — PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni mulai memproses rancangan tiga armada anyar senilai Rp4,5 triliun guna menggantikan kapal-kapal yang telah berusia lanjut.
Corporate Secretary Pelni Ditto Pappilanda mengemukakan, pihak perusahaan sudah merampungkan proses tender terbuka bagi pengadaan rancangan kapal serta menetapkan pihak pemenangnya.
“Sudah ada pemenang desain kapalnya dan pengerjaan desain akan dilakukan segera setelah kontrak ditandatangani,” ujarnya, dikutip pada Kamis (30/7/2026).
- Baca Juga Update Harga Pangan 30 Juli:
Ditto mengutarakan bahwa berdasarkan tender tersebut, bakal dibuat satu rancangan untuk tiga kapal dengan perkiraan waktu pengerjaan sekitar 17 bulan. Perencanaan tersebut mencakup perincian kapal hingga bagian interior.
Ketiga armada itu nantinya mengusung tipe 2-in-1 yang sanggup membawa sekitar 1.000 penumpang sekaligus memuat kontainer.
Keluasan daya muat tersebut terpantau lebih kecil jika dikomparasikan dengan sejumlah armada Pelni masa kini yang mampu menampung hingga 2.000 penumpang.
Penyesuaian kapasitas ini dijalankan seirama bersama rencana implementasi pola pelayaran hub and spoke. Skema itu diharap mampu mendongkrak frekuensi pelayanan kapal menuju kawasan kepulauan.
Walau tahapan rancangan telah menginjak fase lanjutan, Ditto belum dapat membocorkan pihak yang bakal menggarap pembangunan ketiga kapal itu.
Pelni masih menanti instruksi pemerintah perihal potensi pelibatan galangan kapal lokal di dalam negeri. Walau demikian, dirinya berharap keputusan bisa segera terbit dan kapal sanggup mulai beroperasi pada 2029.
Ditto menuturkan, pembahasan seputar pengadaan armada dari galangan domestik sudah dilangsungkan dalam beberapa kesempatan. Kendati demikian, belum ada arahan yang diberikan secara langsung kepada Pelni.
“Kami sangat mendorong dan mendukung keinginan pemerintah agar kami dalam pembangunan kapal PMN ini bisa melibatkan galangan dalam negeri. Kami support penuh. Tapi nanti tetap arahnya harus sesuai dengan GCG,” katanya.
Lewat suntikan penyertaan modal negara (PMN), Pelni mengalokasikan anggaran Rp4,5 triliun demi pengadaan tiga armada anyar berbanderol sekitar Rp1,5 triliun per unitnya.
Secara mendetail, asal-usul dana itu bersumber dari PMN 2025 sejumlah Rp2,5 triliun. Sementara itu, sisa kebutuhan anggaran lainnya bersumber dari PMN 2024 senilai Rp1,5 triliun serta pembiayaan mandiri Pelni sebesar Rp500 miliar.
Anggaran tersebut bakal dimanfaatkan guna mereparasi serta menggantikan tiga kapal penumpang yang sudah berumur senja, yakni KM Umsini, KM Lawit, serta KM Tidar.
Sebagai contoh, KM Umsini dibangun di Jerman pada 1985 dan kini telah menginjak usia sekitar 41 tahun.
Armada tersebut tengah menjalani proses perbaikan di Surabaya usai mendapati insiden kebakaran di Makassar pada 2024 serta diproyeksikan kembali beroperasi pada momen Natal dan Tahun Baru 2026/2027.