Khofifah Lapor Presiden Prabowo Pastikan MBG Sekolah Jatim Berjalan Optimal

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:53:54 WIB
Khofifah Lapor Presiden Prabowo Pastikan MBG Sekolah Jatim Berjalan Optimal

JAKARTA - Komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia kembali mendapat sorotan positif. 

Kali ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan langsung kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengenai kesiapan dan kelancaran pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Sekolah Rakyat di Jawa Timur. 

Laporan tersebut disampaikan dalam suasana dialog terbuka yang sarat dengan semangat kebersamaan lintas organisasi kemasyarakatan Islam.

Pertemuan yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, itu bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi strategis antara pemerintah dan tokoh-tokoh ormas keagamaan. 

Dalam forum tersebut, berbagai capaian serta kontribusi nyata masyarakat sipil dalam mendukung program prioritas nasional turut disampaikan secara terbuka.

Silaturahmi Nasional Perkuat Harmoni Kebangsaan

Gubernur Khofifah memenuhi undangan Presiden Prabowo bersama para pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam dari berbagai latar belakang. 

Usai mengikuti pengarahan presiden, Khofifah menyampaikan optimismenya bahwa forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat harmoni lintas ormas dalam membangun Indonesia yang damai dan berkeadaban.

Menurut Khofifah, kehadiran tokoh-tokoh ormas Islam dalam satu forum bersama kepala negara mencerminkan kuatnya semangat persatuan. Ia menilai dialog yang terbangun mampu mempererat relasi antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus memperkuat peran ormas dalam menjaga stabilitas sosial.

"Pertemuan ini sangat positif menurut saya. Betapa bahwa Bapak Presiden Presiden Prabowo menyiapkan waktu untuk melakukan silaturahmi dan dialog dengan lintas ormas, tokoh pesantren serta tokoh Islam di Indonesia," kata Khofifah.

Khofifah juga menegaskan bahwa silaturahmi semacam ini tidak seharusnya bersifat seremonial. Intensitas pertemuan yang terus dijaga diyakini akan berdampak langsung pada penguatan persatuan bangsa dan konsolidasi nilai kebangsaan.

MBG Jadi Wujud Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah melaporkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Timur berjalan dengan baik berkat sinergi berbagai pihak, termasuk organisasi kemasyarakatan Islam. Program ini tidak hanya menyasar peningkatan asupan gizi, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam pembangunan generasi sehat dan produktif.

Para pimpinan ormas Islam di Jawa Timur, lanjut Khofifah, telah mengambil peran aktif dalam implementasi MBG di lapangan. Mereka terlibat mulai dari pendampingan, pengawasan, hingga penguatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang bagi anak-anak dan kelompok rentan.

Khofifah menyebut, kolaborasi semacam ini membuktikan bahwa program strategis nasional akan lebih efektif jika dijalankan secara gotong royong. Pemerintah daerah, pusat, dan elemen masyarakat bergerak seirama demi tujuan bersama.

Sekolah Rakyat dan Peran Wali Asuh

Selain MBG, Khofifah juga menyoroti perkembangan Sekolah Rakyat (SR) di Jawa Timur. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari kontribusi nyata para tokoh dan organisasi kemasyarakatan Islam yang terlibat sebagai wali asuh maupun wali asrama.

Skema wali asuh dan wali asrama dinilai mampu memperkuat ekosistem pendidikan berbasis kepedulian sosial. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya mendapatkan akses pendidikan, tetapi juga pendampingan moral dan sosial yang berkelanjutan.

Di Jawa Timur, Sekolah Rakyat telah menjadi salah satu instrumen penting dalam memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat kurang mampu. Khofifah menilai, keberhasilan program ini merupakan bukti bahwa sinergi antara negara dan masyarakat sipil dapat melahirkan solusi konkret bagi tantangan sosial.

Sinergi Ketahanan Pangan dan Program Nasional

Kontribusi lintas ormas Islam tidak berhenti pada sektor pendidikan dan gizi. Khofifah juga menegaskan bahwa ketahanan pangan menjadi salah satu bidang sinergi yang terus diperkuat di Jawa Timur. Berbagai program berbasis komunitas dikembangkan untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat.

Menurut Khofifah, dukungan ormas Islam dalam isu ketahanan pangan memberikan nilai tambah bagi stabilitas sosial dan ekonomi daerah. Pendekatan berbasis komunitas dinilai mampu menjangkau lapisan masyarakat yang selama ini sulit tersentuh oleh program formal.

Sinergi ini sekaligus memperkuat eksekusi program prioritas nasional di tingkat daerah, sejalan dengan visi Presiden Prabowo dalam membangun kemandirian dan ketahanan nasional dari bawah.

Optimisme Menuju Dampak Nyata Berkelanjutan

Khofifah meyakini bahwa pertemuan bersama Presiden Prabowo ini akan menghasilkan langkah-langkah konkret ke depan. Ia optimistis dialog lintas ormas Islam tersebut akan dilanjutkan dengan perumusan plan of action yang berdampak langsung bagi masyarakat.

"Pertemuan ini Insyaallah akan menjadi pertemuan yang produktif antara pimpinan Lintas Organisasi Kemasyarakatan Islam dengan Presiden Prabowo di Istana Negara Jakarta," tutup Khofifah.

Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh jajaran Menteri Agama, Menteri PPPA, Menteri Sosial, Menteri ATR/BPN, Ketua MUI, PBNU, PP Muhammadiyah, serta pimpinan pondok pesantren dari berbagai daerah. 

Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama keberhasilan program-program strategis nasional.

Terkini