Bank Indonesia Perluas Peran Global Melalui Inisiatif Pembayaran Lintas Negara Nexus

Selasa, 03 Februari 2026 | 11:23:52 WIB

JAKARTA - Dalam lanskap ekonomi global yang terus berubah, sistem pembayaran bukan sekadar alat finansial domestik, tetapi juga jembatan ekonomi antarnegara yang harus terus diperkuat. Bank Indonesia (BI) telah mengambil langkah strategis yang mencerminkan pergeseran peran bank sentral dari pengelola domestik ke pemain aktif dalam ekosistem keuangan global. Keputusan BI untuk bergabung dengan Proyek Nexus merupakan titik penting dalam sejarah transformasi sistem pembayaran Indonesia — menempatkan negara ini lebih dekat pada integrasi pembayaran lintas negara yang cepat, efisien, dan terjangkau.

Reorientasi Kebijakan Sistem Pembayaran Menuju Konektivitas Global

Bank Indonesia secara resmi menyatakan keikutsertaannya dalam Proyek Nexus, sebuah inisiatif berskala internasional yang digagas oleh Bank for International Settlements (BIS) untuk menghubungkan sistem pembayaran instan domestik di berbagai negara. Keputusan ini bukan sekadar formalitas — tetapi merupakan langkah nyata dalam memposisikan Indonesia di panggung global sebagai bagian dari jaringan pembayaran internasional yang saling terhubung.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa keterlibatan ini merupakan bentuk komitmen panjang BI dalam menyediakan solusi pembayaran antarnegara yang tidak hanya efisien dan terjangkau tetapi juga mampu mendukung transaksi masyarakat serta pelaku usaha di Indonesia. Langkah ini juga dilatarbelakangi oleh fakta bahwa Indonesia merupakan salah satu koridor remitansi terbesar di dunia — baik sebagai negara asal maupun penerima bagi pekerja migran.

Proyek Nexus bukan inisiatif baru; sejak diluncurkan pada 2021, proyek ini telah berkembang dari sekadar konsep menjadi strategi implementasi nyata untuk pembayaran global yang lebih inklusif. BI sendiri sebelumnya telah terlibat sebagai special observer dan kini mengambil peran lebih aktif sebagai anggota penuh — menunjukkan sinergi antara kebijakan domestik dan dinamika global.

Apa Itu Proyek Nexus dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Proyek Nexus adalah sebuah platform yang bertujuan menghubungkan berbagai Instant Payment Systems (IPS) di berbagai negara sehingga memungkinkan pertukaran pembayaran secara cepat dengan biaya lebih rendah, transparan, dan mudah diakses. Dengan mekanisme yang distandarisasi, setiap operator sistem pembayaran domestik hanya perlu membuat satu koneksi ke jaringan Nexus, lalu terhubung dengan seluruh jaringan peserta lainnya. Strategi ini mengurangi kebutuhan untuk membuat koneksi bilateral yang kompleks dan mahal antara dua negara secara langsung.

Inisiatif ini membawa Indonesia sejajar dengan bank sentral lain seperti Bank Negara Malaysia, Bangko Sentral ng Pilipinas, Monetary Authority of Singapore, Bank of Thailand, dan Reserve Bank of India — yang secara kolektif sedang menyusun skema operasional bersama serta mempersiapkan pembentukan entitas pengelola Nexus yang dikenal sebagai Nexus Scheme Organization (NSO).

Platform yang digagas BIS ini tidak hanya sekadar infrastruktur teknis, tetapi juga upaya untuk memfasilitasi transaksi lintas batas yang mengikuti standar global seperti ISO 20022. Standar teknis ini memungkinkan interoperabilitas yang lebih besar antarnegara, menjadikan jaringan ini lebih fleksibel dalam menyesuaikan dengan kebutuhan pasar di berbagai yurisdiksi.

Efek Langsung bagi Sistem Pembayaran Indonesia

Bank Indonesia saat ini tengah mengembangkan BI FAST, sistem pembayaran instan nasional yang dirancang dapat terhubung ke jaringan Nexus. Dengan keterhubungan ini, BI FAST tidak hanya melayani transaksi domestik — tetapi juga membuka peluang bagi transaksi lintas negara yang langsung, cepat, dan lebih murah.

Integrasi semacam ini bisa membawa dampak signifikan pada inklusi keuangan Indonesia, terutama bagi UMKM dan pekerja migran yang sering melakukan transaksi antarnegara. Selain itu, konektivitas seperti ini juga dapat memperkuat hubungan perdagangan Indonesia dengan negara lain di kawasan dan di luar kawasan Asia Tenggara.

Langkah ini juga sejalan dengan strategi jangka panjang Bank Indonesia yang tertuang dalam Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030 dan inisiatif Regional Payment Connectivity yang dicanangkan ASEAN sejak 2022. Strategi ini menegaskan bahwa Indonesia tidak sekadar menjadi peserta pasif dalam sistem global, tetapi juga aktif mengisi standar dan praktik terbaik dalam sistem pembayaran lintas batas.

Manfaat Kekinian dan Tantangan di Depan

Dengan bergabungnya Indonesia dalam Nexus, sejumlah manfaat konkret mulai terlihat di depan mata. Transaksi antarnegara dapat dilakukan dengan waktu lebih cepat dan biaya yang lebih rendah dibandingkan metode tradisional. Ini berarti pelaku ekonomi, termasuk e-commerce dan jasa digital, memiliki skenario baru dalam memperluas pasar mereka tanpa hambatan infrastruktur pembayaran yang rumit.

Namun, tantangan tak kalah besar tetap menanti. Mensinergikan regulasi domestik dengan standar global, menjamin keamanan data dan kliring, serta memastikan kestabilan moneter tetap terjaga menjadi aspek-aspek yang harus dikelola dengan seksama. Selain itu, diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan semua pihak, dari bank hingga platform fintech, mampu beradaptasi dengan model pembayaran baru yang terintegrasi ini.

Menuju Sistem Pembayaran Global yang Inklusif

Langkah Bank Indonesia untuk bergabung secara penuh dalam Proyek Nexus menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia tengah bergerak menuju masa depan sistem pembayaran yang bukan hanya terhubung secara domestik, tetapi juga lintas negara. Perubahan ini bukan sekadar teknis sistem atau kebijakan semata, melainkan bagian dari strategi besar untuk memasukkan Indonesia ke dalam jaringan keuangan global yang saling terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan.

Dengan demikian, integrasi BI FAST ke jaringan Nexus bukan sekadar peluang teknologi — tetapi juga momentum strategis yang mengantar Indonesia menjadi bagian dari ekosistem pembayaran dunia yang lebih cepat, murah, dan berpihak pada inklusi ekonomi.

Terkini